Wulang Sunu: Interpretasi Karya Sastra Pakubuwana IV Dalam Karya Komposisi Karawitan – Ujian Tugas Akhir S2 Penciptaan Seni Musik – Program Pascasarjana – Sri Wahyuni
PPSISISKA – 11 September 2025 – Telah dilaksanakan ujian tugas akhir S2 penciptaan seni musik atas nama Sri Wahyuni NIM. 232111034, mahasiswa Program Studi Seni Program Magister, Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI) Surakarta.
Ujian tugas akhir ini dilaksanakan di Gedung Teater Besar Isi Surakarta, yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara Nomor 19, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Kode Pos 57126. Ujian ini dihadiri oleh tim penguji yang terdiri dari Dr.
Handriyotopo, S.Sn., M.Sn selaku Ketua Penguji, Dr. AL. Suwardi, S.Kar., M.A selaku Penguji Utama, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M. Hum selaku Pembimbing.
Karya “Wulang Sunu” adalah sebuah pertunjukan komposisi musik yang mengangkat tentang isi dari Serat Wulang Sunu sebagai ide gagasannya. Awal mula tercipta karya komposisi musik “Wulang Sunu” adalah berawal dari kegelisahan tentang moral dan
etika anak muda jaman sekarang yang sekarang memprihatinkan. Serat Wulang Sunu berisi tentang pemahaman dan pengajaran nilai – nilai etika berperilaku sopan santun terhadap orang tua, baik dalam ucapan maupun tindakan yang seharusnya wajib
dilakukan dikehidupan sehari – hari. Tujuan karya musik “Wulang Sunu” mencoba untuk menyampaikan dan menggambarkan kembali nilai – nilai dalam berperilaku secara sesuai dengan kaidah isi dari Serat Wulang Sunu.
Pengataman dan riset yang diambil dari Serat Wulang Sunu terdapat tiga point penting, sebagai berikut: 1.) Cara berbakti kepada orang tua. 2.) Larangan – larangan berbuat durhaka. 3.) Nasehat serta hikmah pesan menuju keselamatan. Ketiga point
tersebut digunakan pengkarya sebagai pijakan awal tema, konsep dan bentuk, sehingga suasana untuk membentuk dan menyusun materi pada garap disetiap komposisi musik “Wulang Sunu”. Dari ketiga point tersebut yang digunakan untuk memnyusun komposisi musik yang berjudul komposisi “Anjani”, komposisi “Wewaler”, komposisi “Nawala”.
Kesimpulan yang didapat dalam proses penciptaan musik “Wulang Sunu” ialah bahwa penyusunan karya musik melalui berbagai tahapan yang terstruktur, dari penyusunan gagasan, ide garap, sehingga penuangan ide ke dalam karya musik.
Melalui proses yang melibatkan tahap observasi, tahap pemilihan pendukung, tahap eksplorasi tekhnik dan bunyi, tahap komposisi, serta evaluasi. Adanya karya “Wulang Sunu” berharap untuk menghidupkan kembali karya sastra yang jaman sekarang
jarang untuk dilirik bahkan sudah mulai dilupakan dan sebagai relevansi pada warisan budaya yang sangat berharga.




