Category Archives: Informasi

Pengumuman Koordinasi Mahasiswa Pascasarjana

Pengumuman Surat Edaran tentang Ujian TA Pascasarjana ISI Surakarta dalam rangka covid 19

Ujian Tugas Akhir Karya seni Rupa “Garu A” karya Swesti Anjampiana Bentri

Synopsis karya busana batik Garu a
Oleh Swesti Anjampiana Bentri (17211127)
Penciptaan seni Rupa 20017
 
Penciptaan karya seni berjudul “Relief Garu a sebagai Inspirasi Pembuatan Motif Batik untuk Busana Ready To Wear“ difokuskan pada pembuatan kain batik dan busana batik. Reinterpretasi (penafsiran kembali) dan stilasi dilakukan atas relief Garu a candi Sukuh, Karanganyar, Jawa Tengah guna mendapatkan bentuk visual motif yang sesuai keinginan. Sedang Garu a berasal dari bahasa Sanskerta, berarti burung Garuda atau Garudeya. Pahatan relief Garu a yang terlihat sederhana, seimbang, dan memiliki ketegasan garis dijadikan sebagai acuan pembuatan motif batik, yang hasilnya kemudian diaplikasikan ke dalam busana siap pakai (ready to wear) baik busana yang bersifat resmi atau non resmi. Warna dalam karya ini dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan segala jenis kulit, mulai kulit sawo matang, hitam hingga kulit berwarna putih. Pemilihan tersebut diharapkan mampu memberi alternatif yang lebih luas bagi pemakai karya, oleh siapapun dan dalam suasana kegiatan apapun. Busana bermotif batik Garu a ini merupakan bagian usaha memperkaya varian busana, selain melestarikan dan mengenalkan keberadaan artefak kebudayaan (relief Garu a) di candi Sukuh pada masyarakat umum.

Surat Edaran Ujian Tugas Akhir Pascasarjana ISI Surakata dalam rangka Covid 19

Ujian Tugas Akhir Karya Seni Penciptaan Seni Teater “Adeging Benteng Kadipaten Purwodadi” karya Putut Puji Agusseno

triller

Surat Edaran Chek Plagiasi naskah ujian Program Magister & Program Doktor

Ujian Tugas Akhir Karya Seni Rupa Program Doktor “Perempuan Papa dalam Realisme Foto”

SINOPSIS
 
Disertasi ini berjudul “Perempuan Papa Dalam Realisme Foto”. Disertasi mendalami perempuan papa yang bertempat tinggal dan bekerja di kawasan Perumahan Tebet. Perempuan papa di Tebet sudah lama diakrabi, karena sering bertemu. Perempuan papa menjadi obyek sekaligus inspirasi atau ide gagasan dalam mengekspresikan perasaan ke dalam media seni lukis, dengan gaya realisme foto. Tujuan menyusun karya seni lukis yang bergaya realisme foto dengan ide perempuan papa ini adalah untuk menuangkan keprihatinan atas adanya ketimpangan dalam kehidupan masyarakat kelas bawah. Sensibilitas terhadap dinamika kehidupan kelas bawah, akan melahirkan kreativitas yang tertuang dalam karya lukis sebagai hasil atas refleksinya tersebut. Karya seni ini merupakan sarana berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga pemirsa dapat merasakan bagaimana kehidupan para perempuan papa itu dalam kesehariannya. Bagi dunia ilmu dan studi, penciptaan seni lukis ini diharapkan menjadi dokumentasi atas apa yang terjadi pada kehidupan kaum marginal. Sebagaimana yang terjadi dalam sejarah senirupa Indonesia dan juga dunia, bahwa rekaman dramatis akan suatu kejadian didapatkan dari karya lukis ketimbang media yang lainnya. Selama ini, gambaran atas kaum tertindaslah yang tetap menjadi catatan atas perjalanan sejarah suatu bangsa, ketimbang lukisan tentang kemewahan dan hedonisme.