WAYANG MURGAN KARYA BAMBANG SUWARNO: Ide, Artistik, Estetik, dan Kontribusinya dalam Dunia Pedalangan dan Kesenirupaan – Ujian Proposal S3 Purwanto Yugo Yuwono
Ujian Proposal S3 atas nama Purwanto Yugo Yuwono dilakasanakan pada tanggal 8 Mei 2025 di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta dengan judul Disertasi : WAYANG MURGAN KARYA BAMBANG SUWARNO: Ide, Artistik, Estetik, dan Kontribusinya dalam Dunia Pedalangan dan Kesenirupaan.
Dalam ujian ini hadir tim penguji yaitu: Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai Ketua Penguji, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. sebagai Sekretaris, Prof. Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn. sebagai Promotor, Dr. Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn. sebagai Ko. Promotor, Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen, M.Sn. sebagai Penguji, Dr. Sunardi, S.Sn., M.Sn. sebagai Penguji dan Dr. Rudy Wiratama, SIP., MA sebagai Penguji.
Dalam ujiannya, Purwanto Yugo Yuwono menyampaikan, bahwa wayang murgan merupakan bentuk wayang yang istimewa, tidak lazim, karena dibuat tanpa menggunakan pola dasar atau konvensi baku. Wayang murgan sering kali menggambarkan figur yang unik, istimewa, dan keluar dari kebiasaan, sehingga memberikan kebebasan ekspresi bagi para dalang dan pembuat wayang. Dalam praktiknya, wayang murgan tidak hanya menjadi inovasi seni, tetapi juga menjadi media bagi dalang untuk menyesuaikan pertunjukan dengan konteks dan tuntutan zaman. Secara singkat, wayang murgan merupakan kebutuhan dalang untuk mengembangkan visualisasi karakter maupun penceritaan tertentu dalam pakeliran, dari konseptual atau naratif menjadi suatu abtraksi bentuk.
Wayang murgan karya Bambang Suwarno merupakan contohkonkret bagaimana seni tradisional dapat berkembang tanpa kehilanganesensinya. Estetika memainkan peran penting dalam memberikan ruang bagi dalang dan seniman untuk mengadaptasi bentuk wayang agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan “pakem.”
Penelitian ini menjadi penting karena selain memetakan kontribusi wayang murgan dalam perkembangan seni pertunjukan, juga menyoroti pengaruhnya dalam seni rupa, khususnya bagaimana figur dan tokoh wayang dapat diterima dan dimaknai oleh masyarakat Jawa kontemporer. Dengan demikian, kontribusi dari penelitian ini tidak hanya memperkaya wacana seni pertunjukan wayang, tetapi juga memberikan sumbangan penting dalam pemahaman lebih luas tentang bentuk seni rupa sebagai identitas budaya Jawa yang tetap relevan meskipun terpapar dinamika zaman modern. Penelitian ini berfokus pada penciptaan dan estetika wayang murgankarya Bambang Suwarno, yang merepresentasikan inovasi dalam seni wayang kulit. Dengan menggunakan
pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman pencipta dalam proses kreatifnya, serta bagaimana aspek visual dan estetika wayang
