Visualisasi Grafiti Seniman Grafiti Kota Surabaya – Ujian Proposal S3 Aris Sutejo
PPSISISolo – Pada tanggal 15 Mei 2025 Pascasarjana ISI Surakarta menyelenggarakan ujian Proposal S3 atas nama Aris Sutejo dengan judul disertasi Visualisasi Grafiti Seniman Grafiti Kota Surabaya.
Ujian ini menghadirkan Prof. Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. sebagai Ketua Penguji, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. sebagai Sekretaris, Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai Promotor, Dr. Didit Widiatmoko Soewardikoen, M.Sn. sebagai Ko Promotor dan Dr. Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn., Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. serta Dr. Aryo Bayu Wibisono, ST., M.Med.Kom. sebagai Penguji.
Dalam ujiannya, Aris menyampaikan bahwa visual grafiti di Kota Surabaya menampilkan pengolahan visual inisial, karakter atau gabungan keduanya yang dilakukan secara konsisten sehingga seniman grafiti mempunyai ciri khasnya masing-masing. Grafiti merupakan salah satu bentuk kreativitas yang dapat dimanfaatkan jika dibuat pada situasi dan tempat yang tepat.
Perspektif kajian disertasi ini difokuskan terhadap grafiti sebagai bentuk kreasi artistik sehingga pembahasannya akan mengarah pada grafiti yang memiliki klan dan kru. Berdasarkan hasil wawancara dengan seniman grafiti Kota Surabaya, Klan merupakan komunitas yang terdiri dari beberapa kelompok kecil atau disebut dengan kru sedangkan kru merupakan kelompok kecil yang terdiri dari beberapa seniman graffiti.
Aris juga menyampaikan, bahwa untuk menjawab permasalahan mengapa seniman membuat graffiti menggunakan teori motivasi. Menurut Maslow, motivasi manusia lebih banyak dipengaruhi oleh suatu kebutuhan untuk menguasai dan wewenang. Motivasi manusia dapat dipahami sebagai hasil dari tingkatan kebutuhan yaitu: 1) Kebutuhan fisiologis, 2) Kebutuhan akan rasa aman, 3) Kebutuhan untuk memiliki, 4) Kebutuhan akan penghargaan, dan 5) Aktualisasi diri.
Untuk menjawab permasalahan bagaimana pola visualisasi graffiti dan peran grafiti bagi sebuah kota menggunakan teori kreativitas, estetika dan lingkungan. Aspek fisik sebuah kota berkaitan dengan kreativitas manusia sebagai subyek pembangunan. Kreativitas seniman graffiti merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aspek visual yang
muncul dalam ruang perkotaan.

