Visualisasi Grafiti Kota Surabaya – Ujian Tertutup S3 Aris Sutejo
PPSISISKA – Pada tanggal 29 Agustus 2025 Program Doktor Pascasarjana ISI Surakarta menyelenggarakan Ujian Tertutup Disertasi atas nama Aris Sutejo dengan judul disertasi Visualisasi Grafiti Kota Surabaya.
Ujian ini menghadirkan Prof. Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. sebagai Ketua Penguji, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. sebagai Sekretaris, Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai Promotor, Dr. Didit Widiatmoko Soewardikoen, M.Sn. sebagai Ko Promotor dan Dr. Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn., Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn., Dr. Aryo Bayu Wibisono, ST., M.Med.Kom., Dr. H. Edy Tri Sulistyo, M.Pd., serta Dr. Sigit Purnomo Adi, S.Sn., M.Sn sebagai Penguji.
Dalam ujiannya, Aris menyampaikan bahwa fenomena aksi seniman grafiti dilakukan secara terang-terangan baik individu maupun kelompok di kota tertentu atau serentak di kota masing-masing. Aksi membuat grafiti digagas oleh suatu kelompok atau perusahaan cat semprot kemudian direspon oleh individu atau kelompok lainnya dengan kreativitas ide dan gagasan visual grafiti. Fenomena tersebut menjadikan grafiti di Kota Surabaya semakin berkembang dan diminati anak muda sehingga visual grafiti semakin banyak dan beragam muncul di ruang publik. Perspektif kajian disertasi ini difokuskan terhadap grafiti sebagai bentuk kreasi artistik sehingga pembahasannya akan mengarah pada grafiti yang memiliki kru. Berdasarkan hasil wawancara dengan seniman grafiti Kota Surabaya, kru merupakan kelompok yang terdiri dari beberapa seniman grafiti.
Grafiti Kolaborasi Sleepy dan Nalta di Kawasan Pesisir Kenjeran Kota Surabaya
Aris juga menyampaikan, bahwa visualisasi grafiti Kota Surabaya bukan hanya sekedar ekspresi artistik saja melainkan cermin realita kehidupan, perjuangan, dan kreativitas seniman grafiti yang membuatnya. Visualisasi grafiti seringkali menunjukkan unsur visual yang sama dan dilakukan secara berulang-ulang. Hal ini menjadikan unsur visual tersebut sebagai penanda suatu entitas baik personal, kelompok atau tempat tertentu.
Penelitian ini menemukan bahwa Pola visualisasi grafiti Kota Surabaya jika dikaitkan dengan latarbelakang seniman membentuk identitas. Identitas inilah yang membuat seniman grafiti mendapat pengakuan seniman grafiti lainnya dan masyarakat pada umumnya. Pola identitas yang direfleksikan dari pola visualisasi grafiti yaitu 1) Identifikasi kelompok, 2) Identitas global, 3) Pola pengulangan, 4) Pola Keberbedaan, 5) Identifikasi lingkungan, 6) Penguasaan teknis, dan 7) Penggunaan identitas anonim. Identitas dalam visual grafiti di Kota Surabaya menyoroti aspek adaptasi lingkungan sebagai tindakan kreatif dan kritis terhadap ruang perkotaan. Pengetahuan teknis yang melekat dalam setiap goresan cat semprot menunjukkan bahwa seniman grafiti tidak hanya sebagai pelaku artistik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menegaskan eksistensi dan relevansi masyarakat perkotaan melalui bahasa visual. Visualisasi grafiti Kota Surabaya berbicara lewat narasi visualnya yang menyentuh dimensi sosial, ekologis, dan eksistensial kota.

