Ujian Tugas Akhir S2 Pascasarjana ISI Surakarta Atas Nama Ahmad Faisal Riswanda Imawan

Ujian tugas akhir tesis karya seni oleh Ahmad Faisal Riswanda Imawan dari Program Studi Seni Program Magister ISI Surakarta membawa karya yang berjudul “Lakuning Reyog”. Ujian yang berlangsung pada 25 Juli 2024 ini dihadiri oleh dewan penguji yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn sebagai ketua, Dr. Bagong Pujiono, M.Sn sebagai pembimbing, dan Dr. Eko Wahyu Prihantoro, S.Sn., M.Sn sebagai penguji. Faisal menggali makna simbolik topeng Singo Barong dan Dhadhak Merak untuk memberikan kontribusi positif bagi komunitas Reyog Singo Bhirowo melalui seni Teater.

Faisal, yang memiliki minat dalam penciptaan teater, memilih untuk fokus pada komunitas Reyog Singo Bhirowo sebagai objek penelitiannya. Melalui pendekatan antropologi seni, ia berhasil mengungkap korelasi antara nilai-nilai yang terkandung dalam topeng Singo Barong dan Dhadhak Merak dengan realitas sosial yang dihadapi oleh komunitas tersebut.

“Karya ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah upaya untuk memberdayakan komunitas,” tulisnya dalam pengantar karya Tugas Akhir Faisal. “Saya ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kesenian tradisional seperti Reyog masih sangat relevan dan dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh komunitas.”

Singo Barong dan Dhadhak Merak sebagai Simbol Kebersamaan

Topeng Singo Barong dan Dhadhak Merak, dua elemen penting dalam pertunjukan Reyog, memiliki makna simbolik yang mendalam. Singo Barong melambangkan kekuatan, keberanian, dan kepemimpinan, sedangkan Dhadhak Merak merepresentasikan keindahan dan keanggunan. Melalui analisis mendalam, Faisal menemukan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kedua topeng tersebut sejalan dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang tinggi di antara anggota komunitas Reyog Singo Bhirowo.

Faisal juga menyoroti kondisi sosial ekonomi anggota komunitas Reyog Singo Bhirowo yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, semangat mereka untuk melestarikan kesenian Reyog tetap menyala. Karya ini menjadi sebuah refleksi bahwa seni tradisional dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial.

Dengan diselenggarakannya ujian tugas akhir ini, diharapkan karya “Lakuning Reyog” dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan komunitas Reyog Singo Bhirowo. Selain itu, karya ini juga menjadi contoh nyata bagaimana seni dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas budaya dan membangun masyarakat yang lebih baik.

Penulis: AK. Dawami.

Berikut ini dokumentasinya: