Ujian Tugas Akhir Karya Seni S2 PUTRI ANNISA HENDRIK – “TUTUR SALEH” SEMESTA TUBUH SUARA RUPA
Nama : PUTRI ANNISA HENDRIK
Nim : 232111049
Judul karya : “TUTUR SALEH” SEMESTA TUBUH SUARA RUPA
Pembimbing :
Dr. Matheus Wasi Bantolo,M.Sn.
Ketua penguji
Dr. Zulkarnain Mistortoify,M.Hum
Penguji
Dr. Dr. Eko Supriyanto,S.Sn.,M.F.A
Tempat Ujian : Lembur Sawah, Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor.
Tanggal ujian : 6 Agustus 2025
Karya “Tutur Saleh”Semesta Tubuh Suara Rupa , terinspirasi dari Cerita Lisan Lukisan Bunuh Diri Raden Saleh yang diinterpretasikan sebagai bentuk spirit antikolonial seorang inlander yang kemudian menghasilkan pertemuan antara tutur dengan perjalanan empiris yang menjadi gagasan dari perspekstif post inlander. Perjumpaan tutur dibangun melalui spirit inlander melalui pandangan masyarakat Sunda yang tertuang dalam Naskah Lontar Sunda Kuna Sanghyang Siksa Kandang Karesian dan investigasi mendalam tentang makna “Dinu kiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sampereun jaga” sebagai refleksi tindakan kesalehan yang didapat dari semesta yang berarti ruang eksistensial tempat berbagai elemen kehidupan saling terhubung dan saling mempengaruhi melalui tubuh, suara dan rupa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian artistik oleh Guntur dengan pendekatan fenomena dialogis yang dihasilkan dari perjalanan tubuh pengkarya dan juga menggunakan metode penciptaan 3R (Re- Visitting, re-Questioning, Re-Interpretatting) oleh Eko Supriyanto dan Metode Dialogis oleh Wasi Bantolo.
”Tutur Saleh”Semesta Tubuh Suara Rupa diwujudkan dalam bentuk peristiwa seni live art‟s semesta, yang merupakan media ungkap hasil dari interaksi tutur dan kedekatan semesta. Pemilihan ruang semesta sebagai bentuk interpretasi pengkarya terhadap kehadiran semesta dan tutur dari spirit inlander menjadi gagasan post inlander yang dapat dilihat dirasakan, didengar oleh siapapun dimanapun dan kapanpun melalui inlander visual eye‟s. Masyarakat merupakan wujud interpretasi pengkarya terhadap spirit peristiwa dialogis dari perjalanan investigasi semesta tutur yang harus dijaga dari dulu, kini dan masa depan.

