Ujian Tertutup Disertasi Firdaus Noor: Pascaestetika Drone dalam Film Dokumenter Ekspedisi Indonesia Biru
PPSISISKA – Pada hari ini 29 Juli 2025 Program Studi Seni Program Doktoral Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan ujian tertutup disertasi berjudul Pascaestetika Drone dalam Film Dokumenter Ekspedisi Indonesia Biru. Ujian ini merupakan bagian dari tahap akhir program doktoral yang diikuti oleh Promovendus Firdaus Noor.
Disertasi yang ditulis oleh Firdaus Noor mengkaji pendekatan pascaestetika penggunaan teknologi drone dalam 12 film dokumenter Ekspedisi Indonesia Biru (EIB). Penelitian disertasi ini tidak hanya mengungkap dan memberi nama bahasa-bahasa praktik drone dalam kosakata sinematografi, tetapi juga membuka wacana baru mengenai hubungan antara teknologi, estetika, dan humanisme. Pendekatan pascaestetika menawarkan pembacaan gejala sinematik drone ke dalam suatu penilaian baru yang mengintegrasikan dimensi teknologi dan pengalaman etis, sehingga mendorong untuk merefleksikan kembali makna “keindahan yang merawat kehidupan”.
Ujian ini dihadiri oleh dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Bambang Sunarto, M.Sn., Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum., Prof. Dr. Sri Rochana W, S.Kar., M.Hum., Prof. Dr. Fx. Mudji Sutrisno, SJ, Dr. Seno Gumira Ajidarma, M.Hum., Prof. Dr. Santosa, S.Kar, M.A, M.Mus, Ph.D., Tito Imanda, S.Sos, M.A, Ph.D., Dr. Gede Putu W, M.Sn., dan Dr. Ranang Agung Sugihartono, S.Pd., M.Sn. Ujian berlangsung secara mendalam, membahas metodologi, temuan, serta implikasi penelitian terhadap perkembangan seni dan perfilman di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Firdaus Noor menyampaikan, “Penelitian ini diharapkan dapat menambah perbendaharaan bahasa film, khususnya melalui pemanfaatan teknologi drone utamanya dalam menyampaikan nilai estetis yang menekankan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.”
Ujian ini berlangsung sukses dengan pernyataan kelulusan bagi Promovendus Firdaus Noor, menandai kontribusi penting dalam pengembangan kajian seni dan media di Indonesia. Hasil penelitian disertasi ini diharapkan dapat dipublikasikan lebih lanjut untuk memperluas diskursus akademik dan praktik seni kontemporer.
