Ujian Kelayakan Disertasi Pascasarjana ISI Surakarta Atas Nama Herliyana Rosalinda
Pada hari Senin, 29 Januari 2024 jam 09.00 – 11.00 WIB Pascasarjana ISI Surakarta menyelenggarakan Ujian Kelayakan Disertasi an. Herliyana Rosalinda NIM. 193121015 angkatan tahun 2019
Judul Tugas Akhir: Adaptasi Variasi Rupa Raksasa Wayang Purwa Gaya Surakarta Ke Dalam Karakter Animasi Raksasa
Tim Penguji:
- Prof. Dr. Bambang Sunarto, M.Sn. (Ketua Penguji)
- Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. (Seketaris Penguji)
- Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. (Promotor)
- Prof. Dr. Sarwanto, S.Kar., M.Hum. (Ko Promotor I)
- Dr. Dra. Budi Setiyono, M.Si. (Ko Promotor II)
- Dr. Bambang Suwarno, S.Kar., M.Hum. (Penguji)
- Dr. Dendi Pratama, S.Sn., M.M., M.Ds. (Penguji)
ABSTRAK
Figur Raksasa, memiliki keragaman variasi secara visualisasinya. Hal ini tidak luput dari proses akulturasi perlambangan dari masa hindu-budha (bangunan candi) secara realis ke masa keislaman (wayang kulit purwa) secara dekoratif. Pengamatan tersebut membuktikan artefak raksasa di Indonesia dari masa ke masa terdapat keselarasan. Saat ini, di era digitalisasi ada fenomena maraknya penciptaan desain tema wayang. Terlebih lagi di dunia animasi sedang marak karakter berwujud ekstrem (monster, alien, raksasa) untuk memunculkan daya tarik visual fantastik yang memunculkan karakter meskipun tampilan buruk tapi memiliki kekuatan super. Atas dasar itu, penelitian dengan objek figur raksasa ini dirumuskan tiga rumusan masalah: (1) Mengapa muncul rupa figur raksasa di artefak Nusantara?, (2) Bagaimana karakteristik rupa figur raksasa dalam wayang kulit purwa? (3) Bagaimana figur raksasa wayang kulit purwa diadaptasikan ke karakter animasi figur raksasa?. Jenis penelitian ini berbasis praktik dengan pendekatan ikonografi dan adaptasi. Teknik analisis data design thinking (Gavin Ambrose dan Paul Haris) dengan tujuh tahapan: define, research, ideate, prototype, select, implement dan learn. Data dihasilkan dari wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan karakteristik penanda rupa figur raksasa wayang kulit. Karakteristik tersebut dimaknai sebagai temuan awal, yakni meliputi; Munculnya keragaman rupa dari atribut, busana, dan bentuk tubuh yang serupa dengan figur raksasa wayang kulit purwa. Prinsip penanda pada figur raksasa wayang kulit purwa yaitu: (1) Rupa bola mata berwarna merah. (2) Rupa hidung berjenis pelokan dan wungkal gerang. (3) Rupa mulut pada figur raksasa adalah mulut gusen. (4) Rupa tubuh distorsi dari tubuh figur manusia. raksasa=gemuk, besar secara ukuran kerdil secara postur. Adaptasi figur raksasa wayang kulit purwa ke desain karakter animasi didasari dari prinsip penanda figur raksasa wayang, menghasilkan karakter animasi raksasa khas Indonesia. Proses adaptasi figur raksasa wayang kulit purwa ke karakter animasi figur raksasa menghasilkan tiga sinopsis cerita untuk tiga karakter raksasa dibuat oleh tiga desainer partisipan. Desain awal tersebut di uji melalui FGD, sarian dari proses tersebut dijadikan acuan untuk membentuk prototype final tiga karakter raksasa Kalandra, Durgantari dan Kelana.
Kata kunci: Bentuk Rupa, Adaptasi, Karakter Animasi, Figur Raksasa, Wayang.
Dokumentasi:





