Tari Sembah Batin sebagai Identitas Budaya Masyarakat Lampung Barat – Ujian Proposal Program Magister Nur Sintia

Tari Sembah Batin sebagai Identitas Budaya Masyarakat Lampung Barat – Ujian Proposal Program Magister Nur Sintia Program Pascasarjana Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, telah melaksanakan Ujian Seminar Proposal Tugas Akhir atas nama mahasiswa Nur Sintia pada hari Jumat, 5 Desember 2025, pukul 13.00–14.30 WIB di ruang ujian Pascasarjana ISI Surakarta. Ujian dipimpin oleh Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A sebagai Ketua Penguji, dengan pembimbing Prof. Dr. Drs. Pramutomo, M.Hum., serta penguji Prof. Dr. Sri Rochana W., S.Sn., M.Hum.
Penelitian yang diajukan berjudul “Tari Sembah Batin sebagai Identitas Budaya di Masyarakat Lampung Barat Provinsi Lampung” berfokus pada kehadiran Tari Sembah Batin sebagai tari penyambutan yang berkembang menjadi simbol identitas masyarakat Lampung Barat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan Tari Sembah Batin yang meliputi aspek gerak, musik, kostum, dan properti sebagai representasi nilai budaya lokal. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji makna simbolik serta nilai adat yang terkandung dalam setiap elemen pertunjukan sebagai wujud penghormatan dan penerimaan tamu dalam konteks adat Sekala Bekhak.
Lebih jauh, penelitian ini menelusuri peran Tari Sembah Batin dalam kehidupan sosial masyarakat serta mengidentifikasi dinamika dan tantangan pelestarian, terutama terkait perubahan bentuk pertunjukan dan pergeseran penggunaan musik tradisional menuju rekaman, yang memiliki potensi memengaruhi autentisitas tari di masa mendatang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi, yaitu pendekatan yang menempatkan tari tidak hanya sebagai bentuk estetika, namun juga sebagai entitas budaya yang terikat dengan sistem sosial, nilai adat, serta identitas komunitas pendukungnya. Data dikumpulkan melalui observasi pertunjukan, wawancara dengan praktisi dan tokoh adat, serta studi dokumentasi untuk memahami tari dalam konteks kehidupan masyarakat yang melestarikannya.
Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi penguatan pemahaman mengenai transformasi karya seni baru yang tumbuh dan diterima sebagai tradisi daerah. Pelibatan pemerintah daerah serta komunitas seni melalui workshop, festival, dan pertunjukan rutin memperlihatkan adanya proses institusionalisasi tari sebagai simbol identitas budaya Lampung Barat. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam menjaga keberlanjutan Tari Sembah Batin sebagai warisan budaya, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai seni yang dimilikinya.