Tandhak dalam Rokat Pangantan – Ujian Tugas Akhir S2 Sri Cicik Handayani

Pada 4 Juni 2025, Sri Cicik Handayani, mahasiswa Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah melaksanakan Ujian Tugas Akhir untuk kelulusan Magister dalam bidang Penciptaan Seni. Karya yang bertajuk “Tandhak dalam Rokat Pangantan” berlangsung di kediamannya di Congka’, Desa Beluk Raja, Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura. “Tandhak dalam Rokat Pangantan” merujuk pada kesenian Tayub Madura yang berdampingan dengan nyanyian, tarian, juga pantun dari perempuan Tandhak; sementara Rokat Pangantan berpadan dengan ruwatan dalam hajatan pesta pernikahan.

Karya ini berangkat dari riset terhadap perempuan Tandhak dan kesenian Tayub yang telah dituangkan dalam beberapa karya terakhir. Setelah melihat perempuan Tandhak dari berbagai sisi, dalam “Tandhak dalam Rokat Pangantan” disorot pergeseran peran Tandhak dalam kesenian Tayub yang mulanya lebih sakral menjadi media hiburan semata. Tandhak mulanya dekat dengan simbol kesuburan masyarakat agraris, pementasannya diadakan bebarengan dalam perayaan panen sebagai penghormatan pada Yang Maha Kuasa berkat pangan yang dianugerahkan. Akan tetapi bergeser ke hari ini, hal yang sifatnya religius seakan dianggap bertele-tele dan membuang waktu, diimbuhi permintaan agar prosesi Tandhak segera beralih ke sesi hiburannya.

Melalui Rokat Pangantan, dimana pencipta karya berlaku sekaligus sebagai aktor (yaitu pengantin perempuan), dilakukan rekonstruksi peran sakral perempuan Tandhak yang dibagi dalam tiga babak. Babak pertama adalah rekonstruksi peristiwa “Alamar” dimana perempuan Tandhak dilamar untuk menjadi Tandhak di rumah penghajat; dilanjut babak dua yaitu “Rokat” yang mencakup ritual “Talam Alekser” oleh pengantin, “Nyorong Apoy” sembari ngèjhung oleh Tandhak, dan Merokat Pangantan yang dilakukan Tandhak pada mempelai pengantin. Babak diakhiri dengan Nandhâng; perempuan Tandhak menari dan bernyanyi bersama para Tayub, yang berlangsung hingga sore hari.

“Tandhak dalam Rokat Pangantan” menjadi karya yang dinikmati sekaligus melibatkan semua tamu hajatan, meleburkan tembok antara realitas dan non realitas. Karya telah diuji oleh Dr. Handriyotopo, M. Sn., Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum., dan Prof. Dr. Sri Rochana W., S.Kar., M.Hum.