Tafsir Penggender dan Penyaron dalam Karawitan Pakeliran Jawatimuran Gaya Porongan – Ujian Proposal S2 Muhammad Achlan Fauzi
PPS-ISI-SKA – Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, menyelenggarakan Ujian Proposal Penelitian bagi mahasiswa Muhammad Achlan Fauzi (NIM 242111040). Ujian tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 13.00-15.00 WIB di ruang Sidang Atas Pascasarjana dengan menghadirkan tim penguji yang terdiri dari Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. sebagai Ketua Penguji, Prof. Dr. Suyoto, S.Kar., M.Hum, sebagai Penguji dan Dr. Slamet, M.Hum, bertindak sebagai pembimbing.
Penelitian yang diangkat oleh Muhammad Achlan Fauzi berjudul “Tafsir Penggender dan Penyaron dalam Karawitan Pakeliran Jawatimuran Gaya Porongan.” Kajian ini berfokus pada interaksi antara penggender dan penyaron dalam karawitan pakeliran Jawatimuran Gaya porongan yang berkembang di daerah Mojokerto dan sekitarnya.
Dalam latar belakangnya, peneliti menjelaskan bahwa penggender dan penyaron memegang tanggung jawab penuh atas penggunaan pathet dan pancer. Penggender dan penyaron dalam karawitan pakeliran Jawatimuran gaya porongan menggunakan simbol untuk saling berinteraksi. Melalui penelitian ini, Muhammad Achlan Fauzi bertujuan untuk mendeskripsikan dan memaparkan interaksi yang terjalin antara penggender dan penyaron dalam karawitan pakeliran Jawatimuran gaya porongan.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui proses pencatatan, transkripsi, dan analisis untuk menghasilkan deskripsi menyeluruh tentang interaksi penggender dan penyaron dalam karawitan pakeliran Jawatimuran gaya porongan.
Melalui studinya, Muhammad Achlan Fauzi berharap dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya pendokumentasian dan pelestarian budaya lokal, serta menambah literatur akademik dalam bidang karawitan dan seni pertunjukan tradisional. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi refrensi bagi peneliti dan pelestari budaya yang ingin memahami lebih dalam tafsir penggender dan penyaron dalam karawitan pakeliran Jawatimuran gaya porongan.
