Sanggit Panggih Temanten Sebagai Busana Artwear Megar Mayang – Ujian Kelayakan S2 Puji Rahayu (232111037)
PPSISISKA – Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, mengadakan Ujian Kelayakan Penciptaan Seni untuk Puji Rahayu Priyandani. Topik yang diangkat adalah Sanggit Panggih Temanten Sebagai Busana Artwear Megar Mayang. Ujian ini dilaksanakan pada hari Senin, 30 Juni 2025, dimana Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. bertindak sebagai Ketua Penguji, didampingi oleh pembimbing Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum, dan penguji Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn.
Penelitian ini mengeksplorasi motif hias panggih temanten dalam pernikahan adat Jawa tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menyimpan simbol-simbol moral yang mendalam. Upacara ini menandakan sahnya pasangan secara adat dan menyampaikan nilai-nilai penting seperti keselarasan, sosial, edukasi, spiritual, dan ekonomi. Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi karena panggih merupakan bagian dari integral pernikahan adat Jawa yang kaya simbolisme dan makna. Pengalaman pribadi pengkarya yang menyaksikan keluarga dan orangtua pengkarya menyelenggarakan hajatan pernikahan dengan adat panggih, terutama pernikahan saudara, menambah dimensi emosional dan kultural yang signifikan. Topik yang diangkat dalam penelitian ini menjadi bekal berharga bagi pengkarya, ketika kelak melangsungkan pernikahan dengan adat yang sama.
Karya busana artwear yang dihasilkan tidak hanya menjadi representasi visual dari tradisi pernikahan Jawa, tetapi juga berfungsi sebagai media ekspresi artistik yang bermakna. Desain inovatif yang mengintegrasikan elemen budaya, simbolisme, dan estetika menciptakan karya yang relevan dalam konteks modern. Setiap elemen busana, mulai dari bentuk, warna, hingga motif, memiliki signifikansi yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya Jawa. Setiap karya menampilkan metafora visual kembar mayang, yang melambangkan perjalanan menuju kehidupan baru dan tanggung jawab individu dalam masyarakat. Enam busana dan enam scarf hasil reinterpretasi upacara panggih temanten yang diberi judul “Megar Mayang”, menciptakan simbolik baru yang menghubungkan tradisi dengan konteks modern.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menemukan nilai atau makna panggih temanten; 2) Merumuskan konsep penciptaan dari panggih temanten; 3) Melakukan reinterpretasi tentang panggih temanten; 4) Menemukan metode penciptaan karya busana artwear dengan sumber ide panggih temanten; 5) Mewujudkan karya busana artwear dengan sumber ide panggih temanten.
