Ruwatan Ceng-beng : Doa Bakti kepada Leluhur melalui Akulturasi Budaya Jawa dan Tionghoa – Ujian Kelayakan Jose Amadeus Krisna 232111043

Tanggal 2 Mei 2025, jam 09.00-selesai di Ruang Sidang Atas Gedung Pascasarjana ISI Surakarta telah dilaksanakan ujian kelayakan karya seni S2 Penciptaan Seni Minat Pedalangan dengan teruji Jose Amadeus Krisna, NIM 232111043. Judul karya seni yang diangkat adalah Ruwatan Ceng-beng : Doa Bakti kepada Leluhur melalui Akulturasi Budaya Jawa dan Tionghoa.

Ujian ini menghadirkan tim penguji, yaitu : Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. (Ketua Penguji), Dr. Bagong Pujiono, M.Sn. (Pembimbing) dan Dr. Eko Wahyu Prihantoro, S.Sn., M.Sn. (Penguji)

Karya ini digubah untuk menjadi bentuk kebudayaan baru bagi masyarakat Jawa dan Tionghoa, khususnya untuk menjalankan doa bakti dan umbul donga bagi para leluhur. Konsep yang ditawarkan adalah mengakulturasikan budaya Jawa dan Tionghoa, mulai dari pemahaman kosmologi, adat istiadat yang terkait dengan peringatan akan leluhur yang telah meninggal, musik, cerita, lakon, bentuk wayang, dan sebagainya.

Karya Ruwatan Ceng-beng ini bentuk kebudayaan baru yang mengakukturasikan ritus ruwatan dan pergelaran wayang kulit pada peringatan 1.000 hari dalam budaya Jawa, dengan ritual cisuak dan sembahyang Ceng-beng dalam budaya Tionghoa. Hal ini menarik karena bentuk pertunjukan khusus ini belum pernah ada sebelumnya.

Karya Ruwatan Ceng-beng tidak hanya menjadi satu bentuk kebudayaan baru yang bersifat profan, melainkan dapat menjadi satu cara pendidikan lintas budaya, pertukaran ilmu pengetahuan khususnya mengenai budaya Tionghoa dan budaya Jawa.