RINDU MAMAK – Ujian Tugas Akhir Karya Seni S2 Muhamad Iqbal

Ujian Tugas Akhir Tesis Karya Seni S2 Sdr. Muhamad Iqbal NIM: 232111064 diselenggarakan pada tanggal 17 Juli 2025 dengan judul tesis RINDU MAMAK.
Adapun tim penguji sebagai berikut:

  • Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si (Ketua Dewan Penguji)
  • Dr. Silvester Pamardi. S.Kar., M.Hum (Penguji)
  • Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A (Pembimbing)

Karya ini berawal dari kerinduan pengkarya terhadap sosok seorang paman yang sangat dekat dengan pengkarya, yang mana paman adalah sosok yang mahir dalam bermain marionette. Serta masa bersama paman adalah masa yang menyenangkan dan banyak cerita di dalamnya.
Pada karya ini akan menggunakan bambu sebagai media utama dalam garapan tari ini, serta juga menghadirkan Gasiang Tingkurak sebagai salah satu media dalam alternatif pengobatan akan kerinduan yang juga diiringi dengan iringan Saluang Sirompak yang dikembangkan dari melodi awalnya. Bambu yang digunakan ini nantinya akan digarap dengan sedikit mengadaptasi permainan bambu gilo, serta pengkarya juga akan mencoba merangkai bambu ini menyerupai sebuah marionette.


Dalam karya ini juga akan mencoba melibatkan penonton untuk ikut serta dalam mencoba bermain bambu gilo ini, sehingga dengan usaha ini mencoba mengajak penonton untuk kembali mengenang momen momen yang mereka rindukan. Sehingga dari ketiga media ini nantinya akan mendukung topik pengkarya yang ingin disampaikan yakni bagaimana kerinduan yang diobati dengan kembali mengunjungi atau mengenang benda serta memori akan sosok yang kita rindukan.


Metode Re-Visiting, Re-Questioning, Re-Interpretating, seperti yang dijelaskan oleh Supriyanto, E (2021:15), menjadi satu
pendekatan yang cocok dengan konsep pada karya RINDU MAMAK ini. Dalam karya RINDU MAMAK ini pengkarya mencoba menghadirkan bambu yang menjadi media utama dalam penggarapan, yang mana bambu menjadi salah satu media yang memilki memori tentang suatu kejadian dan kenangan pada diri pengkarya terhadap paman atau sosok yang dirindukan. Dengan mencoba mengeksploari bambu tersebut berdasarkan permainan marionette sang paman dengan menghadirkannya sebagai versi baru dari pengkarya sendiri.