Rilis Berita Ujian Tugas Akhir Tesis Karya Seni – Imam Syafi’i Memori Air: Film Imam Syafi’i yang Menguak Trauma dan Mitos Air dari Sudut Pandang Anak
PPS-ISI-SKA – Klaten, 27 Agustus 2024 – Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Ujian Tugas Akhir Tesis Karya Seni Sdr. Imam Syafi’i, mahasiswa Pascasarjana minat penciptaan film, yang mempersembahkan film pendeknya berjudul Memori Air. Bertempat di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Jatinom, Klaten, ujian ini dihadiri dewan penguji yang terdiri dari Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. sebagai Ketua Dewan Penguji, Dr. Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn. sebagai Pembimbing, serta Dr. Ranang Agung Sugihartono, S.Pd., M.Sn. sebagai Penguji.
Mengambil inspirasi dari pengalaman pribadi, Memori Air mengisahkan Banyu, seorang anak yang terjebak dalam trauma setelah menjadi satu-satunya saksi tenggelamnya sahabatnya, Dhika. Tidak hanya berhadapan dengan kehilangan, Banyu juga bergelut dengan prasangka dari orang dewasa yang meragukan kebenarannya. Film ini menyelami bagaimana anak-anak bertahan menghadapi tragedi di tengah pandangan sinis lingkungan, sekaligus mengeksplorasi kekuatan mitos dan simbol air dalam konteks budaya lokal.
Imam Syafi’i menggunakan riset otoetnografi untuk membangun kedalaman emosi pada filmnya, yang didasarkan pada kisah nyata dari tenggelamnya kakak kandungnya, Amin. “Melalui film ini, saya ingin membuka mata kita tentang bagaimana perasaan seorang anak sering kali dikesampingkan, padahal dukungan psikologis orang dewasa sangat penting dalam proses penyembuhan mereka,” kata Imam. Selain menggambarkan trauma dan kedukaan, film ini juga memperlihatkan Banyu yang perlahan menemukan harapan dan kekuatan dari kisah-kisah lokal, menantang para penonton untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam dan bagaimana mitos dapat menjadi pelipur lara.
Harapan Syafi’i dalam tulisannya, Memori Air sebagai film yang dibuat dengan hati, dapat menyentuh hati seluruh penonton yang dapat berkelana tentang dunia dan trauma anak anak yang kerap dipandang remeh oleh orang dewasa.” Ia mencoba untuk menghadirkan tentang ingatan dan perasaan masa kecil yang sebaiknya tidak dipandang sebelah mata hanya karena dianggap belum punya banyak mengenyam asam-garam kehidupan selayaknya orang-orang (dewasa) yang lahir lebih dulu.
Film ini juga ditujukan untuk ditayangkan di berbagai festival film, Memori Air memadukan elemen budaya dan keindahan visual, menghadirkan suasana khas lokasi-lokasi air umbul yang dipercaya membawa keberkahan dan sekaligus takhayul di masyarakat setempat. Film ini menggugah rasa ingin tahu tentang cara anak-anak mengatasi tragedi yang dialami secara mendalam, membuka jalan bagi empati baru, serta menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam menghadapi trauma. Dengan alur yang mencekam dan sarat makna, Memori Air menjadi karya yang tidak hanya memotret realitas, tetapi juga mengajak kita untuk berpikir lebih jauh tentang hubungan antara mitos dan psikologi anak. Memori Air ingin menjadi jembatan yang mempertemukan antara dunia pengalaman anak-anak dan kecemasan orang dewasa.
Penulis: AK. Dawami.
Berikut ini dokumentasinya:



