Revitalisasi Mop-Mop: Studi Interdisipliner Komunitas Seni Di Aceh – Ujian Kelayakan S3 Rasyidin
PPSISISKA – Program Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan Sidang Kelayakan proposal Disertasi berjudul Revitalisasi Mop-Mop: Studi Interdisipliner Komunitas Seni Di Aceh oleh Rasyidin. Karya disertasi ini diselesaikan di bawah bimbingan Dr. Aris Setiawan, S.Sn., M.Sn. sebagai promotor dan Prof. Dr. Sarwanto, S.Kar., M.Hum sebagai Ko-Promotor. Ujian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2025 di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta pada pukul 09.00 – 11.00 WIB, dengan susunan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. sebagai Ketua Penguji, Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si.. selaku Seketaris Penguji, serta Prof. Dr. Soetarno, DEA., Dr. Sunardi, M.Sn., Dr. Koes Yuliadi, M.Hum. selaku anggota tim penguji.
Dalam disertasi ini, Rasyidin menganalisis seni pertunjukan Mop-Mop yang di persiapkan untuk di Revitalisasi Mop-Mop. Seni pertunjukan Mop-Mop merupakan seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Kabupaten Aceh Utara.
Para pemain Mop Mop dulu disebut Genderang Kleng, bermain di alam terbuka
Materi Revitalisasi Mop-Mop dan Studi Interdisipliner Komunitas Seni Di Aceh menjadi objek kajian analisis utama dalam menemukan fenomena bahwa seni pertunjukan Mop-Mop Aceh memiliki keunikan tersendiri, dimana di dalam pertunjukan memadukan antara seni lisan, musik, tari. Dengan memadukan tiga unsur penokohan yang menggambarkan adat perkawinan Aceh. Daya tarik dari pertunjukan ini yaitu bentuk pertunjukan bersifat jenaka, dan pertunjukan Mop-Mop telah memperlihatkan wajah ceria dari sisi karakter masyrakata Aceh yang kental dengan budaya Syariah. Prosepek ini yang terlihat dalam penelitian peneliti selama 20 tahun, peneliti menemukan seni pertunjukan Mop-Mop nyaris punah, dengan beberapa seniman yang tersisa, peneliti menukan konsep baru untuk meremajakan kembali seni pertunjukan dan merevitalisasi dalam ruang studi indispliner, hal ini dilakukan dalam upaya untuk merumuskan konsep baru agar generasi muda dan masyarakat Aceh kembali mengenali seni pertunjukan Mop-Mop.
Hasil penelitian ini memberi kesimpulan bahwa seni pertunjukan Mop-Mop yang tadinya kuno, tertinggal, dengan membaca ulang semua aturan dan sejarah perkembangan pertunjukan Mop-Mop, hal itu di mungkinkan untuk Seni pertunjukan Mop-Mop kembali diselamatkan, tentunya dengan strategi baru. dengan merumuskan semua metode pertunjukan dan aturan-aturan utama dalam pertunjukan, memudahkan peneliti untuk merumuskan format pertunjukan serta format even yang dapat di nikmati oleh masyarakat Aceh bahkan masyarakat dunia.

