Ondel-Ondel sebagai Ide Penciptaan Busana Art – Ujian Proposal S2 Lulu Irna Wafa
PPS-ISI-SKA – Program Pascasarjana Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, menyelenggarakan Ujian Proposal Penciptaan untuk Lulu Irna Wafa dengan NIM 242111018. Ujian proposal ini dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 09.00 – 11.00 WIB, di ruang Sidang Atas Pascasarjana dengan tim penguji yang terdiri dari Dr. Fawarti Gendra Nata Utami, M.Sn. selaku Ketua Penguji, Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. selaku Penguji Utama, serta Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn. selaku Penguji Kedua sekaligus Dosen Pembimbing. Penciptaan ini mengangkat tema reinterpretasi budaya Betawi melalui karya busana art wear yang terinspirasi dari figur tradisional ondel-ondel.
Karya ini mengangkat ondel-ondel sebagai sumber inspirasi visual dan konseptual dalam penciptaan busana art wear. Melalui eksplorasi bentuk, warna, motif, dan ornamen khas ondel-ondel, penciptaan ini bertujuan menghadirkan interpretasi baru terhadap simbol budaya tersebut, yaitu diinterpretasikan kembali dalam bentuk busana kontemporer. Ondel-ondel sebagai ikon budaya Betawi tidak hanya dipahami sebagai boneka raksasa dalam tradisi pertunjukan rakyat, tetapi juga sebagai simbol perlindungan, identitas budaya, serta ekspresi estetika masyarakat Betawi. Melalui penciptaan busana art wear, unsur-unsur visual dari ondel-ondel seperti karakter wajah, mahkota, warna mencolok, serta ornamen dekoratif ondel-ondel diterjemahkan ke dalam desain busana dengan pendekatan artistik dan eksperimental. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan dialog antara tradisi dan modernitas dalam konteks fashion kontemporer.
Hikayat Ondel Ondel (2021), Potret Ondel Ondel
Dalam prosesnya, penciptaan karya ini menggunakan perspektif sanggit, yaitu pendekatan reinterpretasi yang mengolah kembali unsur-unsur tradisi melalui interpretasi kreatif tanpa menghilangkan nilai dasar budaya asalnya. Perspektif ini digunakan untuk menjembatani antara nilai-nilai tradisional ondel-ondel dengan pendekatan estetika fashion kontemporer.
Penciptaan karya ini menggunakan metode practice-based research, yaitu pendekatan penelitian yang berfokus pada praktik kreatif sebagai bagian utama dari proses penelitian, dengan meliputi beberapa tahapan utama, yaitu persiapan, imajinasi, pengembangan imajinasi, dan pengerjaan. Pada tahap persiapan, pengkarya melakukan observasi terhadap bentuk visual ondel-ondel, meliputi karakter wajah, warna dominan, bentuk mahkota, serta ornamen dekoratif khas Betawi. Tahap ini juga dilengkapi dengan kajian pustaka dan pengumpulan referensi visual untuk memahami makna simbolik serta nilai budaya yang terkandung dalam figur ondel-ondel. Pada tahap imajinasi, pengkarya mulai mengolah hasil observasi dan kajian pustaka ke dalam gagasan kreatif melalui eksplorasi bentuk, teknik, dan material.
Angel Luo dalam koleksi “Failure to Thrive”, busana art wear
Eksplorasi dilakukan dengan mencoba berbagai kemungkinan siluet busana, teknik pengolahan tekstil, serta pemilihan material yang mampu merepresentasikan karakter visual dan simbolik ondel-ondel. Tahap pengembangan imajinasi merupakan proses pematangan gagasan dengan menyusun konsep visual secara lebih terarah. Pada tahap ini pengkarya membuat beberapa desain alternatif busana art wear yang menampilkan variasi siluet, detail, struktur, serta penerapan ornamen yang terinspirasi dari elemen visual ondel-ondel. Tahap pengerjaan merupakan proses perwujudan desain terpilih menjadi karya busana art wear. Proses ini meliputi pembuatan pola, konstruksi busana, penjahitan, serta penerapan teknik dekoratif hingga tahap finishing sehingga karya dapat merepresentasikan reinterpretasi ondel-ondel dalam bentuk busana kontemporer.
Melalui penciptaan karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan seni busana berbasis budaya lokal, sekaligus memperkaya pendekatan reinterpretasi tradisi dalam praktik seni kontemporer.


