Ragam Hias Ukir Kayu Ndalem Kepangeranan Di Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta: Kajian Estetika Fungsional – Ujian Terbuka S3 Rahayu Adi Prabowo
Ujian Terbuka Hasil Penelitian Disertasi Sdr. Rahayu Adi Prabowo
Hari : Selasa
Tanggal : 30 September 2025
Pukul : 10.00 – 13.00 WIB
Tempat : Ruang Seminar Pascasarjana ISI Surakarta
Judul: Ragam Hias Ukir Kayu Ndalem Kepangeranan Di Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta: Kajian Estetika Fungsional
Para Penguji:
- Dr. Sunardi, M.Sn. (Ketua Penguji)
- Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. (Seketaris)
- Prof. Dr. Drs. Guntur, M.Hum. (Promotor)
- Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. (Ko Promotor I)
- Prof. Dr. Sri Rochana W, S.Kar., M.Hum. (Penguji)
- Prof. Dr. Rahmanu Widayat, M.Sn. (Penguji)
- Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc. (Penguji)
- Dr. Titis Srimuda Pitana, ST., M.Trop., Arch. (Penguji)
- Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. (Penguji)
Ragam hias ukir kayu ndalem kepangeranan di Surakarta merupakan warisan budaya visual yang menyimpan nilai estetika, simbolik, dan sosial yang merefleksikan struktur kehormatan dalam budaya Jawa. Keberadaan ragam hias ukir kayu adalah bagian penting dari tatanan arsitektur tradisional. Eksplorasi terhadap ragam hias ini menuntut pemahaman mendalam atas bentuk, teknik, fungsi, dan makna yang terkait dalam norma adat dan sistem budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan mengkaji ragam hias ukir kayu dalam perspektif estetika fungsional Roger Scruton, didukung teori ornamentasi Mihaela Criticos dan pendekatan interpretasi Paul Ricoeur. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif melalui
observasi visual, dokumentasi, analisis visual, serta wawancara mendalam dengan para narasumber ahli.
Hasil penelitian merumuskan dua pilar konsep utama, yaitu: konsep visual ”Tata-Titi-Teges” dan konsep makna ”Nata-Niti-Natas” yang keduanya merepresentasikan nilai persiapan, keteraturan, ketelitian, ketegasan, dan ketuntasan. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan rekonstruksi visual ragam hias sebagai bentuk tawaran dalam pengembangan kekaryaan seni kriya, sehingga dapat diaplikasikan secara kreatif dalam ranah estetik maupun fungsional dalam rangka menjaga eksistensi ragam hias ukir kayu pada ndalem kepangeranan.
Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi dalam perumusan konseptualisasi nilai estetika ragam hias ukir kayu ndalem kepangeranan yang meliputi nilai keterpaduan, kehormatan, fungsional- simbolik, dan representatif sebagai dasar konseptual pengembangan kekaryaan seni kriya Nusantara secara kontekstual dan adaptif.



