Mengungkap Dinamika Tersembunyi Karawitan: Eksplorasi Konsep ‘Rangkep’ Gaya Surakarta – Ujian Proposal S2 Ulung Alif Ghifari

PPS-ISI-SKA – Sebuah proposal tesis terbaru dari Ulung Alif Ghifari di Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di tahun 2026 menyoroti sisi dinamis dan kolektif dari pertunjukan musik tradisional Jawa. Lewat penelitian berjudul “RANGKEP SEBAGAI TRANSFORMASI STRUKTUR DALAM SAJIAN GENDING GAYA SURAKARTA: KAJIAN PENDEKATAN PRACTICE BASED RESEARCH”, penelitian ini membahas sebuah praktik musikal mendalam yang selama ini lebih banyak diwariskan lewat pengalaman ketimbang teori tertulis.

Penelitian ini disahkan pada Februari 2026 dan berada di bawah arahan Dr. Aton Rustandi Mulyana, S.Sn., M.Sn. selaku Dosen Pembimbing, serta diketahui oleh Dr. Sn. Angga Kusuma Dawami, S.Sn., M.Sn. selaku Koordinator Kepala Program Studi. Ujian proposal tesis ini diselenggarakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026 bertempat di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta, dengan susunan dewan penguji yang terdiri dari Dr. fawarti Gendra Nata Utami, M.Sn. selaku ketua penguji, dan Prof. Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar, M.Hum. selaku penguji utama.

Latar Belakang Penelitian

Dalam tradisi karawitan gaya Surakarta, sebuah sajian gending pada hakikatnya bersifat kolektif, di mana keberhasilannya sangat bergantung pada keterhubungan peran, kesepahaman “rasa”, dan kedisiplinan antar pengrawit (pemusik). Selama ini, pemahaman karawitan sering dijelaskan melalui kerangka bentuk dan struktur gending yang terkesan rapi, stabil, dan kaku.

Faktanya, gending baru benar-benar menjadi “hidup” ketika dimainkan melalui garap. Garap yakni cara pengrawit mengolah gending dengan merespons suasana dan isyarat musikal secara kolektif. Salah satu elemen penting dalam garap adalah irama, khususnya rangkep. Rangkep dipahami sebagai kondisi di mana pengolahan irama menjadi lebih rapat dan intens, sehingga memadatkan struktur musikal dan mengubah intensitas tanpa mengubah bentuk formal dasarnya. Sayangnya, konsep ini jarang dirumuskan secara tertulis dan lebih banyak beredar sebagai pengetahuan implisit yang lahir dari pengalaman para pengrawit.

Fokus dan Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana penerapan rangkep memengaruhi garap musikal dan bagaimana pengrawit memaknainya sebagai sebuah strategi musikal. Secara spesifik, tujuan penelitian ini adalah:

  • Membentuk teori terkait implementasi irama rangkep dan menjelaskannya secara struktural pada gending gaya Surakarta.
  • Menganalisis transformasi temporal (waktu) dalam praktik rangkep.
  • Merumuskan model penerapannya di dalam struktur musikal.

Manfaat Penelitian

Melalui kajian penelitian ini, diharapkan muncul pemahaman baru yang memperluas konsep struktur gending dari yang awalnya dianggap statis menjadi lebih dinamis. Selain menawarkan metode penelitian baru dalam dunia karawitan, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan refleksi bagi para pengrawit serta menginspirasi kurikulum pendidikan musik tradisi agar lebih menghargai pengalaman dan rasa musikal, bukan sekadar pemahaman teknis belaka.

Metode Penelitian

Untuk membedah pengetahuan yang hidup di lapangan ini, peneliti menggunakan pendekatan yang berakar langsung pada praktik kesenian:

  • Pendekatan & Desain: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Practice Based Research (penelitian berbasis praktik) dan desain studi kasus. Peneliti tidak bertujuan untuk menciptakan komposisi musik baru, melainkan terjun langsung menganalisis penerapan teknik rangkep dalam situasi latihan maupun pementasan.
  • Pengumpulan Data: Penggalian data dilakukan secara komprehensif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam secara semi-terstruktur dengan para pengrawit, serta pengumpulan dokumentasi berupa rekaman audio, video, dan catatan lapangan.
  • Landasan Pemikiran: Penelitian ini turut didukung oleh paradigma Ethnoart dan Fenomenologi Husserl untuk membaca rangkep tidak hanya sebagai teknik bunyi, tetapi sebagai peristiwa musikal yang disadari, dialami, dan dimaknai oleh para pengrawit.