Melihat Suara: Imaji Alfabet Isyarat sebagai Karya Seni Instalasi – Ujian Kelayakan Chairol Imam

Ujian Kelayakan atas nama Chairol Imam, mahasiswa Program Magister Penciptaan Seni Pascasarjana ISI Surakarta, diselenggarakan pada tanggal 11 Juli 2025. Chairol mempresentasikan karya instalasi interaktif bertajuk Melihat Suara: Imaji Alfabet Isyarat sebagai Karya Seni Instalasi, sebagai hasil dari penelitian seni berbasis praktik (Practice-Led Research/PLR). Karya ini berangkat dari kegelisahan personal dan keterlibatannya bersama komunitas Tuli, sekaligus memperkaya respon kreatif representasi bahasa isyarat dalam praktik seni rupa kontemporer.
Melalui metode PLR, Chairol menempatkan praktik artistik sebagai sumber utama produksi pengetahuan. Proses kreatif ini dikembangkan dalam lima tahap eksplorasi yang meliputi: lukisan digital karakter monster dari alfabet BISINDO, produksi zine sebagai narasi visual personal, sistem input gestural berbasis keyboard, konversi suara ke bentuk visual digital, dan transformasi hasil partisipasi menjadi artefak berupa mini patung, animasi GIF, cetakan art paper, dan NFT di jaringan blockchain Tezos. Karya ini juga dipamerkan dalam galeri virtual Oncyber untuk memperluas akses partisipasi audiens secara daring.
Pendekatan artistik yang digunakan dalam karya ini adalah sanggit, yaitu strategi kreatif yang merujuk pada prinsip estetik lokal dalam budaya Jawa. Dalam konteks ini, sanggit dimaknai sebagai upaya mengolah dan menafsirkan ulang simbol budaya, khususnya nilai grapyak, yaitu kehangatan, keterbukaan, dan kesetaraan ke dalam bentuk visual yang imajinatif. Bentuk monster yang digunakan dalam karya ini bukanlah simbol ketakutan, melainkan metafora dari alter ego seniman dalam menjembatani dunia Tuli dan pendengar. Karakter monster yang terbentuk dari posisi tangan dalam alfabet BISINDO menjadi perwujudan visual dari komunikasi non-verbal yang sarat makna, afeksi, dan dinamika relasional.
Ujian kelayakan ini dibimbing oleh Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn., serta diuji oleh Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. sebagai ketua penguji, dan Dr. Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn. sebagai penguji. Karya Melihat Suara diharapkan menjadi kontribusi penting dalam pengembangan seni interaktif yang inklusif, serta membuka ruang apresiasi lintas identitas dan kebudayaan. Dengan menjadikan bahasa isyarat sebagai subjek penciptaan, bukan sekadar objek dokumentasi, Chairol mengajak audiens untuk merayakan keheningan sebagai ruang estetika yang kaya akan bentuk, emosi, dan pengalaman bersama.