Kreteg: Interpretasi Musik Fenomena Kesenjangan Kesenian Rakyat di Tulungagung – Ujian Tugas Akhir S2 Totti Wahyu Bathara
PPSISISKA – Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta menyelenggarakan ujian Tugas Akhir Karya Seni S2 atas nama Totti Wahyu Bathara NIM: 232111022 pada tanggal 15 Juni 2025 dengan judul tesis Kreteg: Interpretasi Musik Fenomena Kesenjangan Kesenian Rakyat di Tulungagung yang dilaksanakan di TB2KS Tulungagung, Jl. RA Kartini, Kampungdalem, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Dalam ujian ini, hadir sebagai Ketua Penguji: Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum, Penguji Utama: Dr. Zulkarnain Mistortoify, M. Hum dan dosen Pembimbing: Dr. Peni Candra Rini, M.Sn.
Karya penciptaan ini berangkat dari isu fenomena kesenjangan kesenian rakyat di kabupaten Tulungagung yang menciptakan iklim berkesenian yang tidak sehat. Perasaan sentimentil antar seniman maupun pemangku kebijakan, egosentris individu yang menimbulkan ambisi yang berlebihan tidak mencerminkan sifat keindahan seni itu sendiri.
Karya ini diciptakan bukan hanya untuk sebagai hasil proses kreatif, namun juga sebagai eksperimen untuk membuktikan kebenaran dari isu yang terjadi & melahirkan sebuah metode yang mampu menjadi ‘jembatan’ antar seniman, pemangku kebijakan dan masyarakat dalam menyikap isu kesenjangan kesenian ini. Penciptaan karya serta eksperimen metode ini menjadi penting untuk keberlangsungan kesenian di daerah.
Karya musik ‘kreteg’ ini disajikan saat sidang tugas akhir pascasarjana dan digelar di 4 titik lokasi yang berbeda (campurdarat, sumbergempol, kedungwaru dan pusat kabupaten). Selain untuk mewujudlkan konsep kekaryaan, hal ini dilakukan untuk mendukung penyampaian makna serta sosialisasi sebuah metode yang sedang disusun melalui pagelaran karya musik. Hasil akhir dari karya ini tidak hanya sebuah karya musik, namun juga melahirkan metode partisipatoris lintas generasi yang mampu menjadi jembatan antar seniman, pemangku kebijakan maupun masyarakat untuk menyikapi isu kesenjangan kesenian rakyat di Tulungagung.
Metode partisipatoris lintas generasi ini adalah sebuah metode yang menggabungkan/menyatukan individu dari generasi yang berbeda dalam suatu ruang proses yang sama. Hal ini bertujuan untuk memadukan pola fikir antar generasi yang berbeda & menciptakan pola fikir baru dari hasil perpaduan generasi. Melalui metode partisipatoris lintas generasi yang sudah dibuktikan dalam karya ini, terbukti mampu memangkas/menyikapi faktor yang menjadi sumber terjadinya kesenjangan kesenian (egosentris) dan mampu menciptakan iklim proses & berkesenian yang lebih sehat.



