Konsualitas – Ujian Tugas Akhir Karya Seni S2 Mega Buana
PPS _ ISISKA – Mahasiswa Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Mega Buana, menghadirkan karya tari bertajuk “Konsualitas” sebagai bagian dari ujian tugas akhir penciptaan. Karya ini memadukan riset mendalam mengenai teks klasik Kamasutra, Serat Centhini, Shibari hingga fenomena sosial kontemporer praktik BDSM, yang kemudian diterjemahkan ke dalam medium tari, instalasi, dan musik eksperimental.
Menurut Mega Buana, karya ini tidak hanya menyoroti isu relasi dan tubuh, melainkan juga mengajak audiens untuk memahami nilai konsensualitas, kepedulian radikal (radical caring), serta kesadaran tubuh sebagai bagian penting dari hubungan interpersonal.
“Karya ini saya hadirkan sebagai refleksi bagaimana tubuh manusia dapat menjadi ruang sadar—tempat negosiasi, kerentanan, dan kepedulian radikal. Konsualitas bukan sekadar tontonan, tetapi undangan untuk merasakan kembali relasi tubuh, jiwa, dan ruang sosial kita,” ungkap Mega Buana.
Membaca Ulang Hubungan Intim dan Konsensualitas
Terinspirasi dari Kamasutra, Serat Centhini, serta praktik budaya seperti shibari di Jepang, karya ini mengajak audiens untuk memahami hubungan intim bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan penyatuan jiwa, spiritualitas, konsensualitas dan kesadaran tubuh.
Dengan menggabungkan teori psikoanalisis Freud (Id, Ego, dan Super Ego) serta pendekatan katarsis sebagai metode eksplorasi, karya ini membongkar batas-batas tubuh, negosiasi relasi, dan dinamika kuasa.
Bentuk Pertunjukan
Konsualitas disajikan melalui:
- Instalasi tali (shibari/rope) sebagai medium utama,
- Gerak tubuh terikat yang mengeksplorasi limitasi tubuh,
- Musik eksperimental karya Mahamboro,
- Kostum berbasis kultur BDSM dan fashion kontemporer,
- Durasi 50 menit dengan 5 penari yang melibatkan kedekatan langsung dengan audiens.
Pertunjukan ini terbagi ke dalam empat face: limitasi tubuh & radical caring, dinamika relasi & konstruksi kuasa, interpretasi Id, Ego, dan Super Ego, hingga klimaks emosional yang intens.
Karya ini dipimpin oleh koreografer Mega Buana, didukung oleh Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. sebagai supervisor dan dramaturg, komposer Mahamboro, serta lima penari: Fay Muthahhari, Lucky Wisnu, Falinoary Pasudiwo, Dyah Ajeng Ulya, dan Fadya Rahma.
Kontribusi Akademik
Sebagai karya akademik, Konsualitas diharapkan mampu membuka ruang dialog kritis mengenai fenomena sosial, khususnya tentang hubungan konsensual, kesadaran tubuh, dan perubahan budaya. Melalui pendekatan seni pertunjukan, karya ini menjadi wadah refleksi dan edukasi bagi masyarakat, sekaligus kontribusi nyata ISI Surakarta dalam pengembangan seni pertunjukan kontemporer.
📍 Lokasi: Duasekat Jebres, Surakarta
📅 15 Juli 2025





