ISI Surakarta Gelar Ujian Kelayakan Disertasi tentang Inovasi Estetik Songket Pandai Sikek Atas Nama Purwo Prihatin

ISI Surakarta Gelar Ujian Kelayakan Disertasi tentang Inovasi Estetik Songket Pandai Sikek Atas Nama Purwo Prihatin

Surakarta, 18 November 2025,  Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan Ujian Kelayakan Disertasi bagi mahasiswa Program Doktor Seni, Purwo Prihatin, NIM. 233121003  yang mengangkat penelitian berjudul “Inovasi Estetik Songket Pandai Sikek Minangkabau (Warih Bajawek Pusako Batarimo).” Penelitian ini membahas secara mendalam dinamika inovasi yang terjadi dalam tradisi songket Pandai Sikek. Songket Pandai Sikek Minangkabau merupakan warih bajawek pusako batarimo sebagai kreativitas (intangible legacy) dan benda pusaka (tangible heritage) yang  diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat Pandai Sikek di tengah perubahan zaman. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang  (1) bentuk inovasi yang meliputi inovasi produk dan inovasi proses. (2) faktor yang mempengaruhi atau yang mendororong terjadinya inovasi dan (3) dampak adanya inovasi estetik pada songket Pandai Sikek Minangkabau. Inovasi ini sebagai respons terhadap perubahan sosial dan tuntutan zaman.  Ujian kelayakan disertasi ini dilaksanakan pada Selasa, 18 November 2025, pukul 13.30–15.30 WIB, bertempat di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta. Kegiatan tersebut dipandu dan dinilai oleh tim penguji yang terdiri atas para akademisi dan pakar seni budaya, yaitu Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. (Ketua Penguji), Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. (Sekretaris), Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. (Promotor), Prof. Dr. Andar Indra Sastra, S.Sn., M.Hum. (Ko-Promotor I), Prof. Dr. Sri Rochana W. S.Kar., M.Hum., Prof. Dr. Sarwono, M.Sn., serta Dr. Drs. Muhammad Arif Jati Purnomo, M.Sn. selaku penguji.

Melalui pendekatan multidisiplin yaitu estetika, desain, difusi inovasi dan perubahan sosial budaya dengan metode penelitian kualitatif melalui studi kasus dengan pengumpulan data  dari studi pustaka, observasi, wawancara,  dokumentasi visual, serta analisis data, Purwo Prihatin menemukan bahwa inovasi dalam songket Pandai Sikek bukan sekadar perubahan estetik visual, tetapi bagian dari proses adaptasi budaya yang terus berlangsung. Inovasi ini juga merupakan implementasi dan manifestasi warih bajawek pusako batarimo, yang tidak hanya mengukuhkan songket sebagai warisan budaya yang hidup dan adaptif, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi estetik di masa depan tanpa meninggalkan akar tradisinya. Inovasi ini mencerminkan perkembangan, keberlanjutan, perubahan dan proses dialog antara masa lalu dan masa kini yang relevan dalam konteks zamannya. Inovasi  ini juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal sehingga memiliki multi efek dalam berbagai aspek multidimensional. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian kriya Minangkabau khususnya songket sekaligus memberi kontribusi bagi pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.