Institut Seni Indonesia Surakarta Menggelar Ujian Tertutup Atas Nama Purwo Prihatin NIM 233121003
Surakarta, 26 Januari 2026 — Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan Ujian Tertutup Disertasi bagi mahasiswa Program Doktor Seni, Purwo Prihatin (NIM 233121003), dengan judul penelitian “Inovasi Estetik Songket Pandai Sikek Minangkabau (Warih Bajawek Pusako Batarimo)”. Ujian tertutup disertasi ini dilaksanakan pada Senin (26/1) pukul 10.00–13.00 WIB di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta.
Disertasi ini mengkaji secara mendalam dinamika inovasi dalam tradisi songket Pandai Sikek Minangkabau sebagai warisan budaya yang hidup. Songket Pandai Sikek Minangkabau merupakan warih bajawek pusako batarimo sebagai kreativitas (intangible legacy) dan benda pusaka (tangible heritage) yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat Pandai Sikek di tengah perubahan zaman. Songket Pandai Sikek menempati posisi penting dalam sistem sosial masyarakat Minangkabau karena berada pada persilangan antara konsep keduanya. Songket Pandai Sikek sebagai warih bajawek (warisan takbenda) berupa keterampilan menenun, pengetahuan motif, dan makna simbolik yang diwariskan secara matrilineal, sekaligus sebagai pusako batarimo (warisan berwujud) yang memiliki nilai adat, simbolik, dan identitas budaya. Dengan demikian, songket tidak hanya menjadi benda pusaka, tetapi juga medium pewarisan nilai dan penguat identitas kultural perempuan Minangkabau lintas generasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) inovasi estetik songket Pandai Sikek, (2) faktor-faktor yang mendorong terjadinya inovasi, serta (3) dampak inovasi estetik terhadap keberlanjutan songket Pandai Sikek di tengah perubahan sosial dan tuntutan zaman. Ujian tertutup disertasi ini dipimpin oleh Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. selaku Ketua Penguji, dengan Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn. sebagai Sekretaris. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. (Promotor), Prof. Dr. Andar Indra Sastra, S.Sn., M.Hum. (Ko-Promotor I), Prof. Dr. Sri Rochana W., S.Kar., M.Hum., Prof. Dr. Sarwono, M.Sn., Dr. Drs. Muhammad Arif Jati Purnomo, M.Sn., Prof. Dr. Slamet Supriyadi, M.Pd., serta Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn.
Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan teori difusi inovasi, estetika, desain, dan perubahan sosial budaya, dengan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi visual, serta analisis mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pada songket Pandai Sikek tidak semata berupa perubahan visual, melainkan bagian dari proses adaptasi budaya yang berkelanjutan. Inovasi dipahami sebagai implementasi dan manifestasi konsep warih bajawek pusako batarimo, yang merepresentasikan dialog antara tradisi dan konteks kekinian yang masih mempertahankan karakteristik visual dan identitas songket Pandai Sikek. Proses ini mencerminkan keberlanjutan, perkembangan, perubahan, kebertahanan sekaligus pelestarian budaya yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sehingga menghasilkan dampak multidimensional pada aspek estetik, sosial, budaya, dan ekonomi maupun pariwisata.
Temuan disertasi ini diharapkan dapat memperkuat kebertahanan budaya dan upaya pelestarian kriya Minangkabau, khususnya songket Pandai Sikek, sekaligus memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal yang berakar pada tradisi namun tetap adaptif terhadap dinamika zaman.
