FOTOGRAFI DOKUMENTER : LARUNG SESAJI TELAGA SARANGAN – Ujian Tugas Akhir Karya Seni S2 Michelle Gracia Kristiyanto
PPSISISKA – Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, mengadakan Ujian Tugas Akhir Penciptaan Seni untuk Michelle Gracia Kristiyanto.Topik yang diangkat adalah Fotografi Dokumenter : Larung Sesaji Telga Sarangan. Ujian ini dilaksanakan pada hari Senin, 25 Agustus 2025, pukul 13.00–16.00 WIB di Kantor Kelurahan Sarangan, Jawa Timur. Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum., bertindak sebagai Ketua Penguji, didampingi oleh pembimbing Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn., dan penguji Dr. Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah mendokumentasikan secara visual seluruh rangkaian prosesi Larung Sesaji dalam bentuk fotografi dokumenter faktual, dan naratif.
Larung Sesaji merupakan upacara adat tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan di Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Tradisi ini dilangsungkan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah alam dan hasil panen, serta sebagai penghormatan kepada roh leluhur yang diyakini menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, dalam konteks modernisasi dan berkembangnya industri pariwisata, nilai-nilai spiritual dan partisipasi generasi muda dalam ritual ini mengalami penurunan. Oleh karena itu, penciptaan karya seni fotografi dokumenter ini dilatarbelakangi oleh urgensi pelestarian tradisi melalui media visual sebagai bentuk arsip budaya sekaligus sarana edukasi dan komunikasi lintas generasi.
Larung Sesaji dalam bentuk fotografi dokumenter faktual, dan naratif. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan adalah EDFAT (Entire, Detail, Framing, Angle, Time) untuk memastikan pengambilan gambar dilakukan secara menyeluruh dan sistematis. Eksplorasi teknis difokuskan pada pemanfaatan fitur film simulation pada kamera Fujifilm X-S10, sehingga foto yang dihasilkan memiliki karakter warna menyerupai film analog tanpa proses penyuntingan digital. Setiap pengambilan gambar juga didasarkan pada pertimbangan artistik, seperti komposisi, pencahayaan, dan sudut pandang Hasil dari penciptaan karya ini berupa rangkaian foto dokumenter yang menampilkan urutan lengkap prosesi Larung Sesaji, mulai dari penyembelihan kambing kendhit, selamatan di pulau tengah telaga, hingga pelarungan tumpeng Ghono Bahu dan Hulu Wektu ke tengah Telaga Sarangan.
Melalui karya ini dapat disimpulkan bahwa fotografi dokumenter dapat menjadi medium efektif dalam menjaga keberlangsungan tradisi, membangun kesadaran budaya, dan menjembatani hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam sebuah narasi visual yang kuat dan bermakna.


