Figur Srikandi Wayang Purwa Gaya Surakarta sebagai Model Animasi Perempuan Pendidik Berkarakter Mandiri dan Kreatif – Ujian Tertutup S3 Martha Tisna Ginanjar Putri

Surakarta – Program Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan Ujian Tertutup Disertasi mahasiswa S3 atas nama Martha Tisna Ginanjar Putri, Kamis (8/1/2026), bertempat di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta.

Disertasi yang diuji berjudul Figur Srikandi Wayang Purwa Gaya Surakarta sebagai Model Animasi Perempuan Pendidik Berkarakter Mandiri dan Kreatif. Ujian dilaksanakan mulai pukul 13.30 hingga 15.30 WIB dan dihadiri oleh dewan penguji sesuai dengan undangan resmi Pascasarjana ISI Surakarta.

Tim penguji terdiri atas Dr. Sunardi, S.Sn., M.Sn. selaku Ketua Penguji, Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn. selaku Sekretaris, dengan Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai Promotor dan Dr. Winny Gunarti Widya Wardani, M.Ds. sebagai Ko-Promotor I. Adapun anggota penguji adalah Dr. Suyanto, S.Kar., M.A., Dr. Ranang Agung Sugihartono, S.Pd., M.Sn., Dr. Taufik Akbar, S.Sn., M.Ds., Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum., dan Dr. Pujiyanto, M.Sn.

Dalam disertasinya, Martha Tisna Ginanjar Putri mengkaji figur Srikandi Wayang Purwa gaya Surakarta sebagai sumber nilai dan model visual untuk pengembangan animasi perempuan pendidik yang berkarakter mandiri dan kreatif. Penelitian ini menempatkan Srikandi tidak hanya sebagai tokoh pewayangan, tetapi sebagai representasi nilai-nilai pendidikan, keteladanan, dan emansipasi perempuan yang relevan dengan konteks pendidikan dan media animasi kontemporer. Kajian dilakukan melalui analisis bentuk, karakter visual, makna simbolik, serta relevansinya terhadap perancangan model animasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Srikandi dalam pakem Wayang Purwa gaya Surakarta mengandung nilai-nilai kemandirian, keteguhan sikap, kecerdasan, dan kepekaan sosial yang dapat ditransformasikan secara kontekstual ke dalam media animasi. Transformasi tersebut dilakukan dengan tetap menjaga keselarasan antara pakem tradisi dan kebutuhan visual animasi modern, sehingga figur Srikandi mampu berfungsi sebagai model representatif perempuan pendidik yang inspiratif.

Melalui penelitian ini, diharapkan terjadi penguatan peran seni tradisi sebagai sumber pengembangan konsep dan karakter dalam animasi, sekaligus memperluas wacana tentang representasi perempuan pendidik dalam media visual. Disertasi ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan keilmuan seni, desain, dan animasi, serta menjadi rujukan dalam upaya pelestarian dan reinterpretasi nilai budaya Jawa dalam konteks pendidikan dan industri kreatif.