ESTETIKA CANDI TERAKOTA PADA BANGUNAN UMUM DI JAWA TENGAH – Ujian Proposal S3 Atas Nama Prima Yustana

Pada hari Selasa, tanggal 15 April 2025, Pascasarjana ISI Surakarta menyelenggarakan ujian Proposal S3 atas nama Prima Yustana, NIM. 233121005 dengan judul disertasi: ESTETIKA CANDI TERAKOTA PADA BANGUNAN UMUM DI JAWA TENGAH.

Susunan dewan penguji dalam ujian ini, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. bertindak sebagai Ketua Penguji, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum sebagai sekretaris, Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai promotor dan Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn., sebagai ko promotor. Adapun yang bertindak sebagai penguji adalah Dr. Titis Srimuda Pitana, ST., M.Trop., Arch, Harmilyanti Sulistyani, S.T., M.Sc., Ph.D dan Dr. Drs. Muhammad Arif Jati Purnomo, M.Sn.

Menurut Prima Yustana, ditemukan beberapa fenomena yang menarik berupa eksistensi sebuah bentuk bangunan ataupun sebagian dari bangunan yang sampai saat ini tetap mempertahankan dan memunculkan secara dominan material bata terakota menjadi daya tarik dalam membuat sebuah bangunan kontemporer. Fenomena munculnya bentuk bangunan terakota pada bangunan umum di Jawa Tengah yang memiliki karakteristik candi terakota dengan estetika baru menarik untuk diteliti lebih lanjut inovasi apa yang terdapat pada bangunan tersebut, apakah pemasangan, tata susun atau jenis batu batanya yang berbeda. Berdasarkan data dan fenomena kemunculan bangunan terakota dengan karakter bata terakota saat ini masih diminati oleh masyarakat yang memiliki beberapa perwujudan baik dalam bentuk rumah hunian, kantor pemerintahan, tempat ibadah, museum, hotel dan restoran.

Menurut Prima Yustana, ada sebuah asumsi bahwa bangunan yang muncul saat ini merupakan reposisi dari bangunan masa lalu yang ada di sekitar Trowulan Jawa Timur, bangunan tersebut kebanyakan berupa candi dengan material bangunannya berupa bata terakota, perspektif reposisi juga menjadi bagian yang akan dibahas dalam penelitian ini, sebab ada asumsi bahwa reposisi dapat memberikan nilai atau citra baru terhadap bentuk bangunan terakota yang terimplementasi pada bangunan umum di Jawa Tengah, reposisi sendiri mengandung pengertian menempatkan kembali atau memposisikan ulang dalam konteks estetika candi terakota pada bangunan umum yang ada di Jawa Tengah.

Gerbang Bajang Ratu di Trowulan

Berdasarkan objek material dan perspektif yang sudah dijabarkan dalam disertasinya, thesis statement dari penelitian ini adalah, eksistensi bangunan terakota kontemporer bernuansa Majapahit hingga saat ini mencerminkan nilai estetika dan identitas budaya yang kuat, dimana perpaduan antara estetika lama bergaya Majapahit yang khas dengan inovasi baru dalam arsitektur modern dengan karakteristik candi terakota dalam bangunan umum menunjukkan upaya untuk menjaga warisan budaya. Melalui reposisi elemen estetika candi terakota, bangunan ini berhasil mengadaptasi nilai historis dan simbolis menjadi lebih relevan dan fungsional, menghadirkan harmonisasi yang mengintegrasikan masa lalu dan masa kini dalam satu kesatuan arsitektural yang unik dan berkelanjutan.