ESTETIKA BUDAYA PADA DESAIN INTERIOR HOTEL TUGU MALANG – Ujian Proposal S3 Atas Nama Titi Ayu Pawestri
Ujian Proposal S3 Titi Ayu Pawestri diselenggarakan pada tanggal 24 April 2025 di Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta. Ujian ini menghadirkan tim penguji yaitu Dr. Sunardi, M.Sn. sebagai Ketua Penguji, Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. sebagai Sekretaris, Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai Promotor dan Dr. Agung Purnomo, S.Sn., M.Sn. Bertindak sebagai penguji yaitu Prof. Dr. Drs. Guntur, M.Hum., Prof. Ir. Antariksa, M.Eng, Ph.D. dan Pro. Ir. Tri Prasetyo Utomo, M.Sn.
Dalam ujiannya, Titi Ayu Pawestri menjelaskan bahwa Hotel Tugu Malang secara konsisten menjaga identitas visualnya melalui koleksi barang-barang kuno dan elemen desain interior. Konsep desain interior seperti ini berkontribusi terhadap visi hotel yang menjadi ikon perhotelan pelestari warisan budaya di Indonesia. Penelitian ini mengkaji tentang estetika desain interior Hotel Tugu Malang dengan fokus pada bagaimana Konsep Desain Interior diimplementasikan melalui penggabungan berbagai elemen budaya sehingga menciptakan pengalaman ruang yang bermakna.
Kajian estetika ini akan berdampak pada aspek keberlanjutan bisnis perhotelan, pariwisata dan strategi konservasi budaya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat konstruktif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literasi. Penerapan estetika di Hotel Tugu Malang sebagai perintis Hotel Tugu Indonesia berperan penting untuk menjadi landasan strategis bagi Hotel Tugu lainnya dalam memperkuat identitas visualnya di jaringan hotel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yang masing-masing disesuaikan dengan konteks lokalitas dan karakter budaya setempat (sesuai dengan perundang-undangan Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan).
Temuan penelitian akan menunjukkan bahwa penerapan berbagai elemen budaya pada desain interior hotel Tugu Malang dapat mendukung narasi budaya Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi implementasi estetika budaya lokal yang berdampingan dengan berbagai elemen budaya sebagai alat untuk memperkuat identitas budaya dalam industri perhotelan.
