Epistemologi Garin Nugroho dalam Film Kucumbu Tubuh Indahku – Ujian Kelayakan Disertasi Puri Kurniasih
Puri Kurniasih, NIM 193121019, mahasiswa Program Studi Seni Program Pascasarjana ISI Surakarta, telah melaksanakan Ujian Kelayakan Disertasi pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta.
Disertasi yang diujikan berjudul “Epistemologi Garin Nugroho dalam Film Kucumbu Tubuh Indahku.” Ujian ini dipimpin oleh Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. selaku Ketua Penguji dan Dr. Fawarti Gendra Nata Utami, S.Sn., M.Sn. selaku Sekretaris. Adapun tim dewan penguji terdiri atas Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. (Promotor), Tommy Cristomy, Ph.D. (Ko-Promotor), Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si. (Penguji), Dr. Suyanto, S.Kar., M.A. (Penguji), serta Dr. Albertus Harsawibawa, S.Sn., M.Hum. (Penguji).
Disertasi ini membahas proses kreatif sutradara Garin Nugroho dalam film Kucumbu Tubuh Indahku sebagai suatu praktik pembentukan pengetahuan. Penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai medium representasi, tetapi juga sebagai medium epistemik yang mampu membangun, mengolah, dan mentransformasikan pengetahuan melalui strategi naratif, estetika visual, serta pengolahan tubuh sebagai pusat makna.
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk merumuskan kontribusi pemikiran Garin Nugroho dalam ranah epistemologi film, khususnya melalui relasinya dengan tubuh Rianto sebagai sumber inspirasi artistik. Film Kucumbu Tubuh Indahku dipandang bukan sekadar karya sinematik, melainkan sebagai medan dialektika antara tradisi Nusantara, isu gender, identitas, dan strategi penceritaan kontemporer.
Tujuan penelitian ini adalah merumuskan konsep Epistemologi Garin Nugroho, yakni suatu bentuk epistemologi film yang lahir dari proses kreatif yang mengintegrasikan pengalaman tubuh, tradisi budaya, dan konstruksi sinematik. Penelitian ini juga bertujuan menunjukkan bagaimana struktur naratif, estetika visual, dan strategi adaptasi tubuh tari ke dalam bahasa sinema membentuk kerangka pengetahuan khas dalam film tersebut.
Manfaat penelitian ini secara teoretis memberikan kontribusi pada pengembangan kajian epistemologi film di Indonesia, khususnya dalam konteks sinema berbasis tradisi Nusantara. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, sineas, dan peneliti seni dalam memahami film sebagai medium produksi pengetahuan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis strategi naratif Paul Ricoeur yang meliputi tahap prafigurasi, konfigurasi, dan refigurasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, analisis teks film, serta kajian terhadap proses kreatif Garin Nugroho yang relevan dengan produksi film Kucumbu Tubuh Indahku. Analisis difokuskan pada relasi antara sutradara sebagai subjek kreatif dan tubuh Rianto sebagai medium artistik, sehingga menghasilkan konstruksi epistemologis yang khas.
Melalui penelitian ini, disimpulkan bahwa film Kucumbu Tubuh Indahku menghadirkan bentuk epistemologi sinematik yang berakar pada tradisi, tubuh, dan pengalaman, sekaligus menawarkan pembacaan baru terhadap sinema Indonesia sebagai ruang pembentukan pengetahuan.


