Duowe Tamadun: Pembentukan Jati Diri Dari Akulturasi Kerinci dan Mandiandiangin, Sebuah Pendekatan Karya Musik Programa–Ujian Program Magister Aan Febri

PPS-ISI-SKA – Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, mengadakan Ujian Tugas Akhir Penciptaan Seni untuk Aan Febri. Topik yang diangkat adalah Lintas dua Kebudayaan antara Kerinci dan Mandiangin dalam bentuk karya musik Programa. Ujian ini dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Agustus 2025, pukul 20.00–22.00 WIB di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi
Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si. bertindak sebagai Ketua Penguji, didampingi oleh pembimbing Dr. Zulkarnain Mistortoify. M.Hum., dan penguji Prof. Dr. Suyoto, S.Kar., M.Hum. Penelitian ini mengeksplorasi Kesenian Tradisional antara dua Kebudayaan Kerinci dan Mandiangin dalam menuju Satu-Kesatuan yang utuh.
Penciptaan karya musik ini Merefleksikan pergulatan identitas atas kebimbangan, kebingungan, dan rasa keterasingan dalam diri pengkarya yang tumbuh diantara dua Kebudayaan yang berbeda, yaitu Kerinci dan Mandiangin. Kerinci sebagai daerah
dataran tinggi dikenal dengan tradisi ritual yang sakral dan nilai-nilai leluhur yang kuat, mewakili akar budaya keluarga pengkarya. Sementara itu, Mandiangin sebagai daerah dataran rendah dengan kehidupan sosial yang meriah dan dinamis membentuk keseharian serta lingkungan pergaulan pengkarya sejak kecil. Penggunaan pendekatan musik Programa yang diterapkan berdasarkan alur naratif dari perjalanan batin kehidupan Pengkarya yang dibagi kedalam komposisi musik
tiga bagian merujuk pada: Asal indentitas Kerinci dan Mandiangin –Pergulatan/Konflik yang dihadapi dalam keseharian pengkarya – Penerimaan Terhadap dua kebudayaan. Proses penciptaan ini tidak hanya menjadi ruang eksplorasi musikal, tetapi juga media untuk merekonstruksi kembali identitas dan menemukan titik temu antara dua akar budaya yang berbeda.
Penggabungan elemen musikal dari kedua kebudayaan, baik melalui instrumen, tangga nada, maupun idiom musikal, berhasil diwujudkan dalam bentuk karya yang utuh dan harmonis. Teknik-teknik komposisi modern seperti kontrapung, imitasi,
hingga interlocking digunakan untuk menciptakan struktur naratif yang dinamis, mencerminkan perjalanan batin pengkarya. Selain itu, visualisasi panggung, kostum, serta tata artistik mendukung narasi musikal dan memperkuat pengalaman pertunjukan secara keseluruhan. hasil karya ini semoga dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam ranah seni musik, sekaligus menjadi jembatan pemahaman terhadap nilai luhur kebudayaan lokal yang kian tergerus zaman. Beraharap, karya ini dapat menjadi pemicu untuk
terus mencintai, menjaga, dan menghidupkan kembali kesenian tradisional melalui pendekatan yang segar dan kontekstual