Deformasi Gambar Makhluk Bernyawa pada Komik Islami – Ujian Terbuka S3 Novi Pradhana Putra

PPSISISolo – Komik islami merupakan media visual naratif untuk mengkomunikasikan ajaran agama Islam melalui panel-panel bergambar yang runtut. Sebagai media visual naratif, keberadaan gambar makhluk bernyawa sebagai tokoh komik tidak dapat dihindarkan. Komik islami juga termasuk karya seni religius, artinya karya seni yang terikat dengan kaidah-kaidah agama. Agama Islam sendiri, memiliki kaidah hukum berkaitan dengan gambar makhluk bernyawa. Salah satu kaidah hukum Islam menyatakan larangan menggambar makhluk bernyawa. Namun lain sisi, terdapat begitu banyak media islami yang menggunakan gambar makhluk bernyawa untuk mengkomunikasikan ajaran agama Islam.
Berdasarkan dua premis yang berseberangan inilah, Novi Pradhana Putra mahasiswa Pascasarjana ISI Surakarta menulis disertasi berjudul “Deformasi Gambar Makhluk Bernyawa pada Komik Islami”. Ajaran agama Islam melarang segala bentuk karya seni yang berfungsi sebagai berhala. Sebagian besar berhala berbentuk makhluk bernyawa. Namun dapat dijumpai juga berhala yang tidak
berbentuk makhluk bernyawa dan berhala yang terbentuk secara alami. Definisi makhluk bernyawa pada agama Islam, berbeda dengan definisi makhluk hidup dalam ilmu biologi. Makhluk bernyawa pada agama Islam terdiri dari manusia dan binatang.
Melalui kajian yang mendalam, ternyata ditemukan bahwa terdapat kaidah hukum Islam yang membolehkan gambar makhluk bernyawa non-berhala. Kaidah hukum Islam inilah yang menjadi dasar komikus komik islami berkarya menggunakan 3 jenis deformasi, yaitu deformasi realis, deformasi kartunal, dan deformasi subtraktif.
Melalui tulisan disertasinya ini, Novi membuktikan bahwa kaidah hukum Islam tidak menghalangi komikus untuk mengkomunikasikan ajaran agama Islam melalui media komik. Keberagaman kaidah hukum Islam tentang gambar makhluk bernyawa, justru menjadi pemicu upaya adaptif kreatif komikus komik islami dalam berkarya. Novi juga berharap hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan eksplorasi komikus komik islami dalam berkarya, sehingga menghasilkan karya-karya yang tidak kalah menarik dari komik populer yang ada di pasaran.