Batik Abstrakan: Inovasi dalam Kemunculan dan Kelangsungan Jenis Batik – Ujian Terbuka Sujadi

PPSISISolo – Pada tanggal 28 April 2025 Pascasarjana ISI Surakarta menyelenggarakan Ujian Terbuka atas nama Sujadi Rahmat Hidayat NIM. 18311106 dengan judul Disertasi Batik Abstrakan: Inovasi dalam Kemunculan dan Kelangsungan Jenis Batik.

Dalam ujian ini, Prof. Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. bertindak sebagai Ketua Penguji, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum sebagai Sekretaris, Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai Promotor, Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si. sebagai Ko Promotor, Prof. Dr. Drs. Guntur, M.Hum. sebagai Penguji, Dr. Yan Yan Sunarya, S.Sn. sebagai Penguji, Prof. Dr. Drs. Sarwono, M.Sn. sebagai Penguji dan Dr. Drs. Muhammad Arif Jati Purnomo, M.Sn. sebagai Penguji.

Dalam ujiannya, Sujadi menyampailkan, bahwa Batik Abstrakan merupakan salah satu jenis batik yang ada di wilayah perbatikan Yogyakarta dan Surakarta, dengan ragam hias bermotif abstrak. Jenis batik ini muncul dan berkembang karena adanya inovasi. Inovasi yang menjadikan batik Abstrakan muncul dan terus berkembangan sampai saat ini merupakan fenomena penting sebagai bagian dari dinamika kelangsungan kehidupan batik yang belum pernah dibahas secara komprehensif. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian tentang inovasi batik Abstrakan meliputi: 1) Latar belakang terjadinya inovasi; 2) Proses terjadinya inovasi 3) Bentuk inovasi; 4) Dampak inovasi.

Batik Abstrakan sebagai busana (jarit), karya Bambang Oetoro
Sumber: koleksi Museum Batik Kuna Danar Hadi, Surakarta

Penelitian ini merupakan penelitian fundamental dengan metode kualitatif dalam bentuk studi kasus longitudinal. Sumber data yang digunakan adalah narasumber atau informan, artefak, aktivitas, dokumen, dan pustaka, dengan lokasi penelitian di wilayah perbatikan Yogyakarta dan Surakarta. Penelitian diawali dengan penjelajahan, kemudian pendeskripsian secara rinci dan mendalam, dan diakhiri dengan studi dengan analisis hubungan kausal.
Hasil penelitian memberikan penjelasan bahwa terjadinya inovasi dalam kemunculan dan kelangsungan batik Abstrakan untuk menjaga kelangsungan usaha perbatikan dalam konteks modern. Inovasi terjadi karena adanya empat faktor: penurunan minat terhadap karya yang ada, dukungan atas pembaruan, keahlian dalam batik, dan kreativitas sesuai dengan jiwa zaman. Proses inovasi yang menjadikan jenis batik tersebut muncul dan terus berkembang sampai saai ini melalui metode Nyèmpel yang meliputi tiga tahapan, yaitu: kreasi, promosi, dan negosiasi. Bentuk inovasi dalam batik Abstrakan adalah mengembangkan batik humanis, baik pada aspek proses maupun aspek produk. Inovasi batik Abstrakan memiliki dampak positif secara langsung pada keberlangsungan dan berkembangnya usaha batik dan dampak tambahan pada pada sector ekonomi, seni, dan budaya. Disertasi ini menghasilkan temuan bahwa Inovasi dalam kemunculan dan kelangsungan batik Abstrakan adalah bentuk mempertahankan eksistensi batik sebagai seni pewarnaan rintang pada kain menggunakan cairan malam panas secara manual dalam konteks modernisasi melalui pengembangan batik humanis yang natural, artistik, dan eksklusif.