ADAPTASI SENGKALAN MEMET KERATON KASUNANAN SURAKARTA DALAM DESAIN LOGO BRAND BERNUANSA NUSANTARA – Ujian Kelayakan S3 Ariefika Listya
PPSISISKA – Pascasarjana ISI Surakarta menyelenggarakan Ujian Kelayakan Disertasi Program Doktor atas nama Ariefika Listya NIM. 193121022 pada tanggal 2 Juli 2025 pukul 10.00 – 12.00 WIB, dengan disertasi berjudul ”Adaptasi Sengkalan Memet Keraton Kasunanan Surakarta dalam Desain Logo Brand Bernuansa Nusantara”. Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. sebagai promotor, Dr. Suyanto, S.Kar., MA sebagai ko-promotor 1 serta ko-promotor 2 Dr. Sunardi, S.Sn., M.Sn.. Susunan dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. sebagai Ketua Penguji, Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. selaku Sekretaris Penguji, serta Prof. Dr. Soetarno, DEA dan Dr. Bedjo Riyanto M.Hum sebagai anggota tim penguji.
Sengkalan memet menurut Ariefika, selain berfungsi sebagai kronogram juga merupakan warisan budaya dengan nilai filosofis tinggi yang perlu diperkenalkan kepada generasi masa kini. Tujuan penelitiannya ialah menemukan konsep adaptasi sengkalan memet dalam desain logo brand bernuansa Nusantara melalui kajian sebagai berikut: (1) bentuk dan makna sengkalan memet di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, (2) Faktor yang melatarbelakangi perlunya adaptasi sengkalan memet ke dalam desain logo, dan (3) konsep adaptasi sengkalan memet dalam logo brand bernuansa Nusantara.
Logo Universitas Gadjah Mada Mengadaptasi Konsep Sengkalan memet pada Lingkaran Kuning
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan adaptasi melalui paradigma desain komunikasi visual. Objek material penelitian ini yaitu sengkalan memet yang terdapat di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek utama yang ekspresif; berkomposisi seimbang sumbu vertikal; dan gaya visual yang sesuai dengan konteks merupakan esensi bentuk sengkalan memet. Esensi makna sengkalan memet ialah kesan terhadap peristiwa dan filosofi kehidupan masyarakat Jawa.
Adaptasi sengkalan memet ke dalam desain logo didasari oleh karena adanya kebutuhan pengembangan budaya agar sesuai dengan masa sekarang; adanya reorientasi nilai tradisi di masa kini; keistimewaan proses kreasi sengkalan memet; bentuk dan makna yang adaptif; dan adanya keserupaan fungsi identitas dengan desain logo. Adaptasi sengkalan memet pada desain logo bernuansa nusantara mempertahankan dan menyesuaikan beberapa aspek dengan brand dan audiens di masa sekarang. Aspek yang dipertahankan ialah angka tahun sebagai dasar perancangan; penyusunan frase atau kalimat ungkapan yang dipilih dari memetaforakan angka tahun, serta tampilan visual yang merepresentasikan objek utama yang ekspresif dan berkomposisi seimbang simetris sumbu vertikal. Aspek yang disesuaikan ialah makna filosofis jawa dengan mengembangkannya sesuai nilai brand, sedangkan gaya visual desain logo disesuaikan dengan bidang usaha brand-nya.

