ADAPTASI ORNAMEN RUPA RAKSASA WAYANG PURWA KE DALAM KARAKTER VISUAL RAKSASA NUSANTARA_Ujian Tertutup Herliyana Rosalinda
PPSISISKA – Pascasarjana ISI Surakarta menyelanggarakan ujian Tertutup S3 atas nama Herliyana Rosalinda pada tanggal 16 Mei 2025 dengan judul Disertasi ADAPTASI ORNAMEN RUPA RAKSASA WAYANG PURWA KE DALAM KARAKTER VISUAL RAKSASA NUSANTARA.
Hadir sebagai Tim Penguji dalam ujian ini adalah : Prof. Dr. Bambang Sunarto, M.Sn. sebagai Ketua Penguji, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. sebagai Sekretaris, Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum sebagai Promotor, Prof. Dr. Sarwanto, S.Kar. sebagai Ko Promotor I, Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si. sebagai Ko Pormotor II. Kemudian Dr. Bambang Suwarno, S.Kar., M.Hum., Dr. Winny Gunarti Widya Wardani, M.Ds., Prof. Dr. Suyoto, S.Kar, M.Hum., dan Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn sebagai Penguji.
Dalam ujiannya, Herliyana mengungkapkan, bahwa keragaman rupa figur raksasa dalam wayang purwa diperlukan sebagai konsep acuan untuk memunculkan figur raksasa dengan media lain yaitu pada karakter visual yang dapat diaplikasikan ke berbagai media dengan basis cerita kebudayaan Nusantara. Terdapat banyak ragam variasi figur raksasa wayang kulit purwa yang telah berkembang saat ini sebagai penunjang pertunjukan wayang kulit purwa.
Ada keindahan pada wayang khususnya dari segi kesenirupaannya tidak terkecuali pada figur raksasa yang sepintas dimaknai buruk dalam visualnya. Kajian kesenirupaan dalam wayang kulit purwa pada sisi lain menjadi prespektif untuk mengidentifikasi realitas simbolis terhadap wayang kulit purwa sebagai karya seni yang dihasilkan oleh orang Jawa.
Dengan mengikuti perkembangan zaman, saat ini di era digital, karakter visual yang dapat diterapkan di berbagai media salah satunya dunia animasi sangat berkembang pesat. Maka, kaidah yang muncul pada variasi rupa figur wayang kulit purwa khususnya pada figur-figur raksasa dapat dilestarikan melalui adanya upaya pengembangan desain karakter animasi pada penelitian ini.
Contoh rupa raksasa pada relief. (kiri) Adegan Rahwana Menculik Sinta Menunggai Raksasa Bersayap pada panil 12 Candi Siwa, Prambanan. (kanan) Adegan Lesmana memanah Kijang Jelmaan Raksasa Kala Marica pada Candi Siwa, Prambanan
Adanya pertimbangan atas realitas pada penelitian ini, dapat memberikan argumentasi atas dipilihnya figur raksasa pada wayang kulit purwa sebagai objek adaptasi pada penelitian ini. Hal tersebut diperlukan untuk menemukan variasi rupa figur raksasa dan model desain karakter animasi figur raksasa. Dari temuan tersebut dirumuskan statement antara lain (1) Figur raksasa pada wayang purwa khususnya gaya Surakarta diciptakan sebagai simbol-simbol mitis, dalam menggambar makhluk tidak boleh diwujudkan sesuai realitasnya. Maka karakteristik figur raksasa adalah bentuk penafsiran nilai estetis dalam figur raksasa wayang kulit purwa (2) Rupa figur raksasa dipersepsikan oleh seniman wayang kulit purwa sebagai manusia yang mengalami penggayaan secara ekstrem sebagai visualisasi dari manusia. (3) Karakteristik rupa figur raksasa pada wayang kulit purwa memiliki nilai estetis dan penggayaan terhadap figur tersebut dapat menjadi konsep dasar untuk diadaptasikan ke karakter visual raksasa.

