Reinterpretasi Legenda Angso Duo  Jambi Sebagai Ide Penciptaan Busana Artwear – Ujian Proposal S2 Grace Ekklesia Siagian

Reinterpretasi Legenda Angso Duo  Jambi Sebagai Ide Penciptaan Busana Artwear – Ujian Proposal Grace Ekklesia Siagian

PPS-ISI-SKA – Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia Surakarta, mengadakan Ujian Akhir Penciptaan Seni untuk Grace Ekklesia Siagian. Ujian ini dilaksanakan pada hari Senin, 10 Maret 2026, pukul 09.00-11.00 WIB bertempat di ruang sidang atas Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta dengan tim penguji terdiri dari Dr. Sn. Angga Kusuma Dawami, S.Sn., M.Sn. selaku ketua penguji, Prof. Dr. Drs. Guntur, M.Hum. selaku penguji utama serta Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. selaku penguji kedua sekaligus dosen pembimbing.

Penelitian ini berangkat dari fenomena semakin terbatasnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap legenda Angso Duo sebagai warisan budaya takbenda masyarakat Melayu Jambi. Selama ini, legenda tersebut cenderung hadir sebagai simbol visual, seperti pada logo daerah, motif batik, maupun monumen, tanpa pemaknaan mendalam terhadap nilai filosofis yang dikandungnya. Legenda Angso Duo merupakan narasi asal-usul “Tanah Pilih Pusako Betuah” yang mengandung nilai keselarasan, ketuhanan, sosial, dan kesetaraan.

Dalam proses penciptaannya, penelitian ini menggunakan metode design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pendekatan ini memungkinkan proses kreatif berlangsung secara sistematis dan reflektif, mulai dari pemahaman konteks budaya hingga perwujudan karya. Selain itu, diterapkan konsep sanggit reinterpretasi, yaitu pengolahan kembali idiom tradisi ke dalam bentuk visual modern tanpa menghilangkan nilai filosofisnya. Legenda Angso Duo tidak direpresentasikan secara literal, melainkan ditransformasikan menjadi elemen visual seperti motif dan tekstur dalam busana artwear.

Hasil penciptaan direncanakan berupa empat karya busana artwear wanita dalam satu seri koleksi. Setiap karya merepresentasikan tahapan alur legenda, yaitu harmoni awal, perjalanan, ketekunan menyusuri Sungai Batanghari, serta penetapan Tanah Pilih sebagai simbol awal berdirinya wilayah Jambi. Eksplorasi material dilakukan melalui pemanfaatan serat rami dan serat resam dengan teknik jahit aplikasi.

Melalui karya ini, busana artwear diposisikan tidak hanya sebagai produk fashion, tetapi juga sebagai medium naratif visual yang mampu menyampaikan nilai budaya kepada masyarakat. Penciptaan ini diharapkan menjadi strategi alternatif dalam pelestarian budaya, sekaligus membuka ruang pengembangan desain busana berbasis cerita rakyat.

Ujian proposal ini menjadi langkah awal menuju perwujudan karya yang selanjutnya akan dipresentasikan dalam bentuk peragaan busana sebagai media komunikasi budaya kepada publik yang lebih luas, khususnya generasi muda.