Representasi Hibriditas dalam Batik Hoko Series Karya Bayu Aria – Ujian Tugas Akhir Tesis Shintaningrum Anisa Subagya
UJIAN PENDADARAN PENGKAJIAN TESIS
Tanggal Ujian : 4 Februari 2026
Lokasi Ujian : ISI Surakarta
Nama : Shintaningrum Anisa Subagya
NIM : 232111012
Minat : Pengkajian Seni Rupa
Ketua Penguji : Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum
Dosen Penguji : Dr. Aan Sudarwanto, S.Sn., M.Sn
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum
“Representasi Hibriditas dalam Batik Hoko Series Karya Bayu Aria”
Pelestarian batik sebagai warisan budaya yang berharga perlu diiringi dengan adanya pengembangan dan inovasi yang sejalan dengan minat dan kebutuhan masyarakat. Bayu Aria Widhi Kristanto atau yang lebih dikenal sebagai Bayu Aria adalah seniman batik yang melalui karyanya Batik Hoko Series berhasil memadukan antara unsur tradisional dengan sentuhan modern dalam satu harmoni visual, sehingga melahirkan sebuah karya hibrid yang merepresentasikan konsep hibriditas.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep hibriditas dalam Batik Hoko Series serta menelusuri struktur, komposisi visual motif dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori hibriditas dari Homi K Bhabha, teori estetika dari Clive Bell dan teori semiotika dari Roland Barthes dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil Penelitian menunjukkan (1) Konsep hibriditas dalam Batik Hoko Series tercermin melalui pengolahan berbagai unsur batik hokokai Pekalongan, batik klasik Yogyakarta dan teknik batik lukis Tamansari Yogyakarta yang membentuk karakteristik baru yaitu Batik Hoko Series; (2) Struktur Batik Hoko Series terdiri dari motif bunga (peoni, krisan, sakura), motif fauna (kupu-kupu dan burung), pola susomoyo, kepala kain, motif buketan, pola boh, pola tanahan serta latar motif batik klasik Yogyakarta, dengan komposisi visual yang menampilkan pola susomoyo sebagai bingkai, dominasi motif bunga yang dipadukan dengan motif kupu-kupu dan burung sebagai daya tarik utama serta pola geometris pada latar, motif buketan, pola boh, pola tanahan dan kepala kain sebagai elemen penyatu keseluruhan tampilan.
Penggunaan teknik lukis dan ragam warna pastel menciptakan kesan harmoni antara tradisi dan inovasi; (3) Batik Hoko Series menyampaikan pesan moral tentang keberanian merangkul masa lalu sekaligus terbuka dengan masa depan, menumbuhkan sikap toleransi dan persatuan, penghormatan terhadap sosok perempuan sebagai sumber kehidupan serta membawa pesan perlindungan yang meneguhkan langkah pemakainya dan menghadirkan semangat sukacita dalam kehidupan.


