Estetika Tari Bedhaya Senapaten Sukapratama di Pura Mangkunegaran – Ujian Tugas Akhir Galuh Lailani Aria
Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, mengadakan Ujian Tugas Akhir Pengkajian Seni untuk Galuh Lailani Aria Putri. Topik yang diangkat adalah Estetika Tari Bedhaya Senapaten Sukapratama di Pura Mangkunegaran. Ujian Tugas Akhir ini dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Januari 202, pukul 13.00 – 15.00 WIB di Ruang Sidang Atas Pascasarjana. Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum, bertindak sebagai Ketua Penguji, didampingi oleh Pembimbing Prof. Dr. Sri Rochana., M. Hum. Dan Penguji Utama Dr. Slamet, M. Hum. Penelitian ini menulis estetika pada tari Bedhaya Senapaten Sukapratama di Pura Mangkunegaran, fenomena tersebut terwujud pada ketujuh penari putra dengan menggunakan vokabuler gerak alusan.
Pengkajian karya tari estetika Bedhaya Senapaten Sukapratama menganalisis bentuk tari dengan pathokan wiraga, wirama, wirasa. Karya tari Bedhaya Senapaten Sukapratama merupakan karya Daryono. Tari ini secara resmi telah disahkan di Pura Mangkunegaran pada tanggal 14 Juli 2024, dengan demikian tari Bedhaya Senapaten Sukapratama dapat dikatakan sebagai kagungan ndalem Mangkunegaran. Daryono merupakan koreografer sekaligus penari pada karya tari Bedhaya Senapaten Sukapratama. Tari Bedhaya Senapaten Sukapratama merupakan tari yang bergenre keprajuritan dan dibawakan secara kelompok. Tari Bedhaya Senapaten Sukapratama menceritakan perjuangan Pangeran Sambernyawa melawan penjajah Belanda (V.O.C) di Beteng Vredenburg Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan estetika. Pendekatan estetika ini diterapkan untuk mencari karakteristik pada tari Bedhaya Senapaten Sukapratama, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan estetika tari Bedhaya Senapaten Sukapratama dapat dilihat dari segi bentuk, wujud, dan penampilan. Secara wujud/bentuk dapat dilihat dari gerak, secara penampilan dapat dilihat dari etnik gerak yang meliputi 8 unsur kepenarian tari Jawa yaitu Hasthasawandha serta 3W wiraga, wirama, dan wirasa secara harmoni penampilan.
