MBEROT: Respon Tubuh – Ujian Propsal Tesis Paula Ganda Wijaya

Kamis, 29 Januari 2026 Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia Surakarta, menyelenggarakan Ujian Proposal Tesis Karya Seni oleh Paula Ganda Wijaya, Nim 242111030. Proposal yang diajukan berjudul MBEROT: Respon Tubuh, yang mengangkat fenomena tubuh Mberot dalam kesenian Bantengan serta pergeseran maknanya ketika berhadapan dengan budaya digital dan praktik hiburan kontemporer. Ujian proposal ini dilaksanakan dengan bimbingan Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. selaku Dosen Pembimbing, dengan Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn. sebagai Ketua Penguji, serta Prof. Dr. Drs. RM Pramutomo, M.Hum. sebagai Penguji.

Proposal tesis karya seni ini berangkat dari pembacaan kritis terhadap Mberot sebagai peristiwa tubuh. Dalam konteks Bantengan tradisi, Mberot dipahami sebagai ekspresi tubuh dalam kondisi trance yang terbentuk melalui ingatan tubuh, relasi bunyi ritual, dan pengalaman kolektif masyarakat pendukungnya. Namun, dalam perkembangan mutakhir, Mberot mengalami pergeseran signifikan ketika masuk ke ruang media sosial dan budaya viral, terutama melalui fenomena Mberot DJ dan sound horeg. Pergeseran ini mengubah tubuh dari medium ritual menjadi tubuh tontonan yang bekerja dalam logika intensitas bunyi, visual, dan algoritma digital.

Penciptaan karya dalam proposal ini menempatkan tubuh sebagai medium utama pemaknaan artistik. Tubuh tidak direpresentasikan secara literal sebagai bentuk kesenian Bantengan, tubuh diolah sebagai medan pertemuan antara memori ritual dan tekanan budaya digital. Melalui pendekatan dekonstruktif, Mberot dibaca sebagai praktik budaya yang maknanya tidak tunggal dan tidak stabil, terus berubah mengikuti konteks sosial, teknologi, dan relasi kuasa yang melingkupinya.

Metode penciptaan yang digunakan berpijak pada pendekatan practice led research, yang menempatkan praktik artistik sebagai sumber utama produksi pengetahuan. Proses penciptaan dirancang melalui pemetaan medan kultural, penjelajahan praktik tubuh, eksplorasi bunyi dan tata audio, pengolahan visual, hingga refleksi dan evaluasi artistik. Dengan pendekatan ini, tubuh, bunyi, dan ruang diposisikan tidak hanya sebagai elemen estetik, tetapi juga sebagai perangkat analisis kritis terhadap transformasi makna Mberot dalam konteks seni pertunjukan kontemporer.

Melalui proposal tesis karya seni ini, penciptaan diarahkan untuk mempertemukan dua fenomena yang kini berjalan terpisah, yaitu Mberot Bantengan tradisi dan Mberot DJ, dalam satu ruang artistik. Pertemuan tersebut dihadirkan sebagai ruang refleksi untuk membaca ulang kondisi kesenian Bantengan hari ini, sekaligus sebagai kontribusi konseptual dan artistik terhadap pengembangan wacana penciptaan seni berbasis riset di lingkungan Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta.