Menggali Estetika Partisipatoris dalam Karya Seni Rupa Adam Wahida – Ujian Tugas Akhir S2 Yoga Adhi Agista
Surakarta, 20 Januari 2026 — Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melaksanakan ujian akhir tesis Program Magister (S2) Pengkajian Seni Rupa atas nama Yoga Adhi Agista (NIM 232111065) pada Selasa (20/1). Ujian dilaksanakan di Ruang Ujian Pascasarjana Lantai 2 dengan judul tesis “Estetika Partisipatoris dalam Karya Seni Rupa Adam Wahida Tahun 2010–2025”.
Ujian akhir tesis tersebut dilaksanakan oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. selaku Ketua Penguji, Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. sebagai Penguji, serta Dr. Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn. sebagai Pembimbing.
Penelitian ini mengkaji estetika seni rupa partisipatoris sebagai salah satu pendekatan dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Seni rupa dipahami tidak hanya sebagai bentuk ekspresi visual, tetapi juga sebagai praktik sosial yang melibatkan relasi antara seniman, publik, proses penciptaan, serta dampak sosial yang dihasilkan.
Dalam kajiannya, Yoga menyoroti pergeseran paradigma seni rupa dari pendekatan otonom dan individual menuju praktik seni yang menempatkan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam proses penciptaan karya. Pendekatan tersebut berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menghadirkan seni yang lebih kontekstual dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat.
Objek penelitian difokuskan pada karya dan aktivitas Adam Wahida, seorang seniman sekaligus pendidik di Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Universitas Sebelas Maret, yang sejak tahun 2010 secara aktif mengembangkan praktik seni berbasis partisipasi publik. Melalui berbagai kegiatan dan komunitas, antara lain School Art Lab dan Art Edu Care, Adam Wahida mengintegrasikan praktik seni dengan pendidikan serta pemberdayaan masyarakat pada ranah formal maupun nonformal.
(Karya dan Proses Pembuatan Karya Adam Wahida bersama Partisipan, 2025)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal untuk menelaah hubungan antara seniman, karya, proses penciptaan, dan partisipan yang terlibat. Analisis dilakukan terhadap karya dan aktivitas Adam Wahida pada periode 2010–2025, termasuk pengamatan langsung terhadap proses penciptaan karya pada tahun 2025.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika partisipatoris yang dikembangkan Adam Wahida merupakan pengembangan kontekstual dari estetika relasional, estetika dialogis, dan nilai komunal seni tradisi Indonesia, khususnya prinsip gotong royong. Pendekatannya beorientasi pada pedagogis, pemberdayaan masyarakat, serta pijakan etis dan estetik pada nilai gotong royong. Konsep ini memadukan antara seni, pendidikan, dan pemberdayaan sosial melalui praktik berbasis dialog, relasi, dan kolaborasi. Pendekatan ini memosisikan seniman sebagai inisiator dan fasilitator dalam proses kreatif kolektif.
Penerapan estetika partisipatoris tersebut menghasilkan dampak sosial, edukatif, dan kultural, antara lain pengembangan diri partisipan, penguatan relasi sosial, pemberdayaan komunitas, serta penguatan identitas lokal. Pendekatan ini dinilai relevan sebagai model praktik seni transformatif dalam konteks masyarakat kontemporer di Indonesia.
Melalui penelitian ini, Yoga berharap dapat memberikan kontribusi akademik terhadap pengembangan kajian seni rupa kontemporer, khususnya terkait estetika partisipatoris, serta menjadi rujukan bagi pengembangan praktik pendidikan seni dan pemberdayaan masyarakat berbasis seni di ranah akademik dan sosial.



