Asthagina: Tafsir Etika dalam Harmoni Gamelan Ujian Tugas Akhir Program Magister Bandoro Pulung Sadewo

Asthagina: Tafsir Etika dalam Harmoni gamelan

Ujian Tugas Akhir Program Magister Bandoro Pulung Sadewo

Program Pascasarjana Program Magister Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, mengadakan Ujian Tugas Akhir Penciptaan Seni untuk Bandoro Pulung Sadewo. Topik yang diangkat adalah Asthagina: Tafsir Etika dalam Harmoni Gamelan. Ujian ini dilaksanakan pada hari Minggu, 23 November 2025, pukul 19.00-20.10 WIB di Pagoda Kampus II ISI Surakarta. Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si. bertindak sebagai Ketua Penguji, didampingi oleh pembimbing Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum. dan penguji Prof. Dr. Suyoto, S.kar., M.Hum.  Penelitian ini mengeksplorasi bebunyian motor dan gamelan sebagai medium untuk mengekspresikan nilai-nilai Asthagina, dengan tujuan menciptakan ruang kreatif yang ekspresif.

Penciptaan karya ini menggunakan bebunyian motor sebagai simbol degradasi moral dan Falsafah Asthagina sebagai isyarat yang mengajarkan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perilaku. Nilai-nilai tersebut ditafsirkan kembali dalam bentuk musikal sebagai wujud respons estetik sekaligus refleksi etis terhadap kondisi sosial. Pertunjukan karya Asthagina dimulai dengan presentasi visual pameran motor, yang dirancang untuk menarik perhatian kalangan muda dan penggemar otomotif. Suara motor tidak hanya menjadi daya tarik visual, tapi juga berfungsi sebagai lapisan ambience destruktif yang akan dikolaborasikan dengan komposisi musik melalui Gamelan Logdro, Gamelan Bali dan Gamelan Sekaten.

Metode penciptaan  dalam  penciptaan  karya  Asthagina menggabungkan   antara   proses penyusunan  karya oleh Pande Made Sukerta dengan metode penciptaan I Wayan Beratha. Langkah pertama yaitu menyusun tiga garis besar tahapan dalam  penciptaan  karya  musik Astagina  ini  sesuai  dengan  teori  Pande  Made  Sukerta  yaitu  1)  Menyusun Gagasan Isi, 2) Menyusun Ide Garapan dan 3) Menentukan  Garapan. Proses penciptaan karya musik Asthagina melibatkan pengamatan fenomena sosial, eksplorasi musikal, dan penggabungan elemen tradisional gamelan dengan inovasi modern. Pengkarya menggabungkan laras dari gamelan Logdro, Bali, dan Sekaten untuk menciptakan harmoni baru dan kekayaan timbre. Proses ini meliputi eksperimen teknik permainan, pengembangan struktur komposisi, dan penyusunan elemen musik untuk menyampaikan pesan artistik dengan mendalam.

Hasil penciptaan pada karya ini berkontribusi pada pengembangan karya musik dengan melibatkan medium non-musik dan membuka ruang kreatif kolaboratif dari berbagai disiplin seni. Kolaborasi antar bebunyian motor dan gamelan menjadi temuan baru dalam penciptaan ini, penciptaan karya ini berharap dapat menginspirasi seniman musik untuk mengintegrasikan elemen tradisional dan modern serta memperkuat apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.