Kreativitas Audio Visual PadaVideo Animasi 2D Konten Rizky Riplay – Ujian Proposal S3 Aphief Tri Artanto

Pada tanggal 24 Juni 2024 dilaksanakan ujian Proposal S3 atas nama Aphief Tri Artanto dengan judul disertasi : Kreativitas Audio Visual Pada Video Animasi 2D Konten Rizky Riplay.

Para penguji dalam ujian ini sebagai berikut:

  1. Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. (Ketua Penguji)
  2. Dr. Drs. Budi Setiyono, M.Si. (Seketaris)
  3. Prof. Dr. Drs. Sunarmi, M.Hum. (Promotor)
  4. Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. (Ko Promotor I)
  5. Prof. Dr. Nanang Rizali, M.SD. (Penguji)
  6. Dr. Ranang Agung Sugihartono, S.Pd., M.Sn. (Penguji)
  7. Dr. Edy Tri Sulistyo, M.Pd. (Penguji)

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses kreatif Rizky Riplay dalam menciptakan konten animasi 2D bergenre horor, komedi, dan misteri yang berakar pada nilai budaya Nusantara. Menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA), penelitian ini mengeksplorasi pengalaman subjektif kreator dalam menemukan, mentransformasikan, serta memberi makna terhadap ide-ide budaya lokal dalam karyanya. Fokus utama bukan pada produk akhir animasi,melainkan pada dinamika psikologis, intuisi, interaksi sosial, serta proses estetik yang terlibat dalam penciptaan konten. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Rizky Adhidarma (pemilik Rizky Riplay Studio), observasi terhadap 953 video yang diunggah di kanal YouTube-nya (2013–2025), telaah dokumen, serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rizky Riplay menemukan ide dari observasi fenomena sosial kontemporer—seperti pernikahan di jalan, parkir liar, korupsi desa, hingga budaya influencer—yang kemudian diintegrasikan dengan mitos, legenda urban, dan simbol budaya Nusantara. Transformasi nilai budaya dilakukan melalui strategi hibridisasi: menggabungkan horor lokal (pocong, kuntilanak, nenek setan) dengan komedi absurd, teknologi digital (Free Fire, TikTok), dan narasi global (K-pop, anime). Penggunaan budaya Nusantara
menjadi perwujudan makna kreativitas multidimensi sebagai pelestarian identitas dalam arus globalisasi, ekspresi artistik, sekaligus bentuk resistensi terhadap homogenisasi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa animasi 2D Rizky Riplay bukan sekadar hiburan, melainkan praktik artistik yang fenomenologis, partisipatif, dan transformatif, yang berhasil menjadikan budaya lokal sebagai medium kritik sosial, edukasi moral, dan ekspresi budaya digital yang relevan bagi generasi muda. Kontribusi penelitian ini
mencakup pengembangan kerangka teoretis integratif yang menghubungkan fenomenologi kreatif, teori transformasi budaya (TCUSM), dan estetika media digital, serta memberikan implikasi praktis bagi pendidikan animasi, kebijakan ekonomi kreatif, dan strategi pelestarian budaya berbasis teknologi.