Kontemporerisasi Garap Pakeliran Purwa Gaya Surakarta – Ujian Proposal S3 Catur Nugroho
Mahasiswa S3 ISI Surakarta, Catur Nugroho Laksanakan Ujian Proposal Disertasi tentang Kontemporerisasi Garap Pakeliran Purwa Gaya Surakarta
Surakarta, 8 Desember 2025 — Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan ujian proposal disertasi bagi mahasiswa Program Doktor Seni pada Senin, 8 Desember 2025. Ujian yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB ini dilaksanakan di Ruang Sidang Atas Pascasarjana ISI Surakarta, dengan menghadirkan tim promotor dan dewan penguji yang merupakan akademisi dan pakar terkemuka di bidang seni pertunjukan.
Ujian proposal dipimpin oleh Ketua Penguji Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A., dengan Sekretaris Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn. Promotor Prof. Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn., dan Ko-Promotor Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. Adapun dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. Drs. Suminto A. Sayuti, Dr. G. R. Lono Lastoro Simatupang, M.A., dan Prof. Dr. Sarwanto, S.Kar., M.Hum. Suasana akademik berjalan konstruktif, ditandai dengan berbagai masukan penting mengenai penguatan teori, penajaman konteks perubahan garap, serta penegasan kontribusi penelitian dalam ranah seni pedalangan.
Mahasiswa Program Doktor Seni, Catur Nugroho, memaparkan proposal disertasi berjudul “Kontemporerisasi Garap Pakeliran Purwa Gaya Surakarta.” Penelitian ini berangkat dari fenomena perubahan bentuk dan garap pertunjukan wayang kulit gaya Surakarta yang semakin berkembang dalam dua dekade terakhir. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pergeseran apresiasi masyarakat, hubungan wayang dengan ruang sosial dan politik, serta perkembangan teknologi digital yang membuka ruang baru bagi pertunjukan wayang. Kreativitas dalang yang semakin terbuka terhadap inovasi artistik juga mendorong terjadinya transformasi garap yang kian relevan dengan kebutuhan penonton masa kini.
Dalam ujian tersebut, Catur menjelaskan bahwa penelitiannya berfokus pada bagaimana dalang melakukan kontemporerisasi garap pakeliran, strategi kreatif yang digunakan, serta alasan mengapa pembaruan garap tersebut penting dilakukan pada konteks kekinian. Penelitian tersebut menempatkan pengalaman kreatif dalang sebagai pusat analisis. Melalui pendekatan kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, analisis dokumentasi, serta pemaknaan fenomenologis, penelitian ini diharapkan mampu memetakan arah perubahan garap pakeliran purwa gaya Surakarta secara lebih komprehensif.
Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu seni, khususnya dalam memahami dinamika garap pakeliran purwa gaya Surakarta di era digital. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi dalang, pengkaji seni, dan institusi pendidikan seni dalam merespons perubahan selera penonton serta tantangan kontemporer yang terus berkembang. Pascasarjana ISI Surakarta mengapresiasi pelaksanaan ujian ini dan berharap penelitian yang dikembangkan dapat memperkaya wacana akademik serta menjaga keberlanjutan seni pedalangan di tengah perubahan zaman.

