Edge: Interpretasi Tallu Cappa’ sebagai Sumber Penciptaan Karya Musik – Ujian Proposal Program Magister Andi Muhammad Thoreq
PPSISISKA – Surakarta, 12 Oktober 2025 – Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali menampilkan karya inovatif dari mahasiswa Program Magister Seni dalam bentuk Ujian Proposal Tugas Akhir Penciptaan Seni. Kali ini, pengkarya Andi Muhammad Thoreq menghadirkan karya musik bertajuk “Edge: Interpretasi Tallu Cappa’ sebagai Sumber Penciptaan Karya Musik.” Ujian ini menghadirkan Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn. sebagai Ketua Penguji, Dr. Zulkarnain Mistortoify, M.Hum sebagai Pembimbing dan Prof. Dr. I Byoman Sukerna, S.Kar., M.Hum sebagai Penguji.
Dalam ujiannya, Andi Muhammad Thoreq menyampaikan, bahwa karya ini berangkat dari falsafah Tallu Cappa’ dalam budaya Bugis-Makassar, yang berarti “tiga ujung”, cappa lila (ujung lidah), cappa badi’ (ujung badik), dan cappa laso (ujung kelamin). Ketiganya merupakan simbol pengendalian diri yang menekankan kejujuran, ketegasan, dan kesetiaan sebagai nilai moral kehidupan masyarakat Bugis-Makassar.
Melalui karya Edge, Andi Muhammad Thoreq menafsirkan konsep “ujung” tersebut ke dalam bahasa musikal modern. Ia menghubungkan makna “edge” (tepi atau batas) sebagai simbol ketajaman dan intensitas ekspresi, dengan “cappa’” yang mencerminkan arah hidup dan nilai-nilai etis dalam budaya Bugis.
Dalam proses penciptaannya, pengkarya menggunakan instrumen tradisional Kacaping Mangkasara’ yang dimodifikasi secara kreatif. Teknik permainan diperluas tidak hanya dipetik, tetapi juga dipukul dan digesek, sehingga menghasilkan warna bunyi baru yang merepresentasikan ketajaman nilai Tallu Cappa’ dalam dimensi sonik.
Karya berdurasi sekitar 45 menit ini dibagi dalam empat bagian dramatik yang menggambarkan perjalanan nilai-nilai Tallu Cappa’:
- Cappa Lila – Kejujuran dalam ucapan, digambarkan lewat bunyi lembut dan artikulatif.
- Cappa Badi’ – Ketegasan dalam tindakan, diekspresikan melalui ritme tajam dan dinamis.
- Cappa Laso – Kesetiaan dan keseimbangan hidup, hadir dalam harmoni yang kontemplatif.
- Edge Finale – Puncak intensitas musikal yang menggabungkan ketiga nilai tersebut dalam satu kesatuan bunyi yang utuh.
Menurut Andi Muhammad Thoreq, karya Edge merupakan refleksi hubungan antara tradisi dan inovasi. “Saya ingin menghadirkan Tallu Cappa’ bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber inspirasi kreatif yang bisa berbicara dalam bahasa musik kontemporer,” ungkapnya.
Karya ini diharapkan mendapat apresiasi karena memadukan nilai-nilai budaya lokal Bugis-Makassar dengan eksperimen musikal modern. Dewan penguji menilai Edge sebagai pencapaian konseptual yang kuat dan orisinal, serta berhasil menunjukkan bagaimana falsafah tradisional dapat dihidupkan kembali dalam konteks seni masa kini.
Melalui karya Edge, pengkarya berharap dapat memperkaya wacana musik kontemporer berbasis tradisi lokal, sekaligus menjadi contoh bagaimana identitas budaya Nusantara dapat bertransformasi secara kreatif tanpa kehilangan akar filosofisnya.
