Ekspresi Simbolik Janin dalam Tembang Macapat Maskumambang Pada Karya Seni Patung – Ujian Kelayakan Tesis Noniek Putri Pariska
PPSISISKA – Pada hari Jum’at 25 Juli 2025, telah dilaksanakan ujian kelayakan penciptaan karya seni atas nama Noniek Putri Pariska NIM. 232111061, mahasiswa Program Studi Seni Program Magister, Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI) Surakarta. Ujian ini merupakan tahapan penting dalam penyelesaian studi, sebelum memasuki tahap penciptaan karya seni dan penulisan tesis akhir. Ujian ini dihadiri oleh tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum. selaku ketua penguji, Dr. Handriyotopo, M.Sn. sebagai penguji, serta Dr. Bagus Indrayana, M.Sn selaku pembimbing.
Dalam ujian ini, Noniek menjelaskan rencana tugas akhir berjudul “Ekspresi Simbolik Janin dalam Tembang Macapat Maskumambang Pada Karya Seni Patung.” Karya ini memadukan kekuatan ekspresi simbolik dengan warisan sastra lisan Jawa, yakni tembang macapat Maskumambang yang bersumber dari Serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV.
Fokus Utama karya ini adalah pada fase-fase perkembangan janin sebagai metafora atas nilai-nilai moral, spiritual, dan pendidikan karakter sejak dini, yang disampaikan secara simbolik melalui bentuk patung tiga dimensi. Rencana karya ini terdiri dari lima patung utama yang merepresentasikan tahapan prenatal yakni tahap germinal, tahap embryonic, tahap fetal (fase pembuahan hingga usia sembilan bulan dalam kandungan) yang divisualisasikan melalui konsep sanggit dengan pendekatan ekspresi simbolik dan teknik assembling, dengan material seperti kayu jati, resin, kaca, logam, dan cat akrilik. Masing-masing karya juga diperkaya dengan konsep kosmologi Jawa sedulur papat limo pancer, baik dari segi warna maupun makna arah, serta disajikan menggunakan teknologi video mapping untuk menciptakan pengalaman visual yang imersif dan kontemplatif.
Karya ini mengusung pendekatan ekspresi simbolik mempertemukan elemen budaya tradisional dengan media seni rupa kontemporer. Kebaruan pada karya ini yaitu transformasi nilai tembang macapat maskumambang menjadi ekspresi visual dalam bentuk patung, yang belum banyak diangkat dalam seni rupa tiga dimensi. Pemanfaatan teknologi video mapping sebagai media presentasi karya patung untuk memperluas ruang tafsir. Pendekatan reflektif terhadap fenomena kontemporer,
khususnya krisis nilai dalam hubungan orang tua dan anak sebagai konteks pengkuatan pesan karya.
Karya ini diharapkan menjadi kontribusi bermakna dalam wacana seni rupa berbasis budaya lokal serta memperluas pendekatan simbolik dalam ranah seni patung modern. Selain sebagai bentuk pelestarian terhadap sastra lisan Jawa, karya ini juga menjadi pengingat pentingnya Pendidikan moral dan spiritual dalam pembentukan karakter manusia sejak masa prenatal.
Dengan selesainya tahap ujian kelayakan ini, Noniek Putri Pariska dinyatakan layak untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses tugas akhir, yakni penciptaan karya dan penyusunan tesis tugas akhir, sebagai bagian pemenuhan syarat lulus.

