MAKNA SIMBOLIK KARTUN EDITORIAL MEDIA CETAK PADA ERA PASKA REFORMASI DI INDONESIA TAHUN 2000 – 2020 (Studi Kasus Karya Pramono R. Pramoedja) – Ujian Propos S3 Basnendar Herry Prilosadoso

Pascasarjana ISI Surakarta menyelenggarakan ujian Proposal S3 pada tanggal 14 Mei 2025 atas nama Basnendar Herry Prilosadoso NIM. 18311109 dengan judul disertasi MAKNA SIMBOLIK KARTUN EDITORIAL MEDIA CETAK PADA ERA PASKA REFORMASI DI INDONESIA TAHUN 2000 – 2020 (Studi Kasus Karya Pramono R. Pramoedja).

Dalam ujian yang diketuai oleh Prof. dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. ini Basnenedar menyampaikan bahwa salah satu kaitan antara komunikasi politik, pers, dan kartun dapat dijelaskan dari kutipan bahwa kartun editorial (editorial cartoon) yang digunakan sebagai visualisasi tajuk rencana surat kabar atau majalah. Kartun ini biasanya membicarakan masalah politik atau peristiwa aktual sehingga sering disebut kartun politik. Kartun editorial atau karikatur merupakan salah satu karya seni yang dapat dijadikan rujukan memahami dinamika sosial. Sebagaimana karya seni pada umumnya dan sebagaimana pula dalam kerja jurnalistik.
Kartun editorial karya kartunis Indonesia dapat diambil sebuah konsep melalui aspek makna simbolik, aspek bentuk, dan isi karya kartun editorial tersebut yang mana di dalam pengambilan topik dalam karyanya sangat beragam baik dari aspek hukum, politik, ekonomi, sosial budaya dan tema lainnya. Beragam topik ini disesuaikan dengan tema dari yang menjadi isu hangat dalam media cetak berupa koran atau surat kabar.
Penelitian tentang kartun editorial pasca-reformasi di Indonesia ini memiliki relevansi yang sangat besar, mengingat pentingnya kartun sebagai media kritik dalam demokrasi yang sedang berkembang. Keutamaan dalam penelitian ini yang mencermati peristiwa sosial politik yang terjadi di Indonesia era paska reformasi dalam sebuah kartun editorial yang dimuat di media massa koran Sinar Harapan karya Pramono R. Pramoedjo antara tahun 2000 – 2020, dimana periode ini menjadi masa yang penuh tantangan dan perubahan besar bagi Indonesia dalam menghadapi kasus korupsi, militerisme, dan terorisme. Penelitian ini memiliki kebaruan dan signifikan dalam kajian kartun editorial di Indonesia, khususnya dalam konteks pasca reformasi 2000 – 2020 dengan beberapa alasan, yakni rentang era paska Reformasi antara tahun 2000 – 2020, korupsi tetap menjadi isu utama yang banyak digambarkan dalam kartun editorial.
Topik mengenai kartun editorial pada media cetak era paska reformasi di Indonesia (2000 – 2020) karya Pramono R. Pramoedja menjadi penting dan layak untuk diteliti serta guna memahami bagaimana kartun editorial berfungsi sebagai alat kritik sosial-politik, pembentukan opini publik di Indonesia serta bagaimana simbol-simbol berulang ini membentuk persepsi masyarakat terhadap fenomena sosial dan politik yang ada.
Melalui penelitian ini diharapkan tidak hanya dapat memperkaya kajian tentang kartun editorial di Indonesia, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran media cetak dalam memengaruhi wacana politik dan sosial pasca-reformasi perjalanan bangsa Indonesia kedepannya.